SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat akan menata kembali kondisi halaman stadion 29 November Sampit yang saat ini banyak dihuni oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Kepala Dispora Kotim Wiyono mengatakan pihaknya bersama instansi terkait sudah langsung turun ke lapangan dan memberikan imbauan kepada PKL agar tidak lagi berjualan di lokasi tersebut.
“Kami masih dalam tahap sosialisasi, yang pada akhirnya nanti tidak ada lagi PKL yang berjualan di sepanjang jalan masuk stadion dan di area dalam stadion. Biar tidak terlihat kumuh,” ujarnya, Rabu (4/6/2024).
Dikatakannya, kawasan Stadion 29 November Sampit merupakan kawasan ruang terbuka hijau dan juga fasilitas olahraga, sehingga dari segi estetikanya, keindahan kawasan tersebut harus terjaga. Namun disayangkannya banyaknya PKL di lokasi yang berjualan bahkan tanpa izin membuat kawasan tersebut tampak kumuh.
“Sampai dengan saat ini tidak ada izin dengan Dispora, jadi kami tidak ada mengatur jam operasional mereka,” sebutnya.
Menurutnya kawasan Stadion 29 November Sampit sebelumnya di kelola oleh Bagian Umum Setda Kotim, baru pada tahun 2016 pengelolaannya diserahkan ke Dispora. Dan sebelum kawasan itu dikelola oleh Dispora para pedagang sudah ada yang berjualan disana, namun tidak sedikit juga yang baru berjualan di kawasan itu.
Sosialisasi itu dilakukan salah satunya juga karena tidak lama lagi akan diselenggarakan Sampit Expo 2024 di Stadion 29 November Sampit.
“Seharusnya kawasan itubebas dari PKL, paling tidak mereka akan ditata akan dicarikan solusinya. Untuk pengalihan tempat bagi para pedagang masih dikoordinasikan dengan instansi terkait,” terangnya. (MS)











