DPRD PALANGKA RAYA

Efek Negatif Buah Kecubung Harus Disosialisasi Secara Masif 

45
×

Efek Negatif Buah Kecubung Harus Disosialisasi Secara Masif 

Sebarkan artikel ini
Efek Negatif Buah Kecubung Harus Disosialisasi Secara Masif 
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Ruselita

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Fenomena maraknya korban buah kecubung menarik perhatian berbagai pihak. Mengingat jumlah korban tidak sedikit bahkan dikabarkan memakan korban jiwa 2 orang di provinsi tetangga, Kalimantan Selatan.

Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Ruselita turut angkat bicara. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap fenomena konsumsi buah kecubung ini.

Selain berdampak negatif dan membahayakan pada tubuh, efek buah ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Ruselita menjelaskan, banyak kejadian terkait efek konsumsi buah kecubung. Dimana korban mengalami halusinasi setelah mengkonsumsi buah bahkan ada yang harus dilarikan ke rumah sakit jiwa.

“Kita sudah menyaksikan dampak buruk dari penyalahgunaan buah kecubung ini. Kejadian paling parah terjadi di Banjarmasin, namun belakangan ini juga muncul di Kota Palangka Raya. Kondisi ini yang harus kita waspadai,” ujar Ruselita, kemarin.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan buah kecubung harus ditangani dengan serius dan membutuhkan tindakan dari aparat serta pemerintah kota melalui dinas terkait. Langkah ini penting untuk mencegah korban semakin banyak.

“Terutama anak-anak muda dan pelajar di Kota Palangka Raya sebaiknya tidak mencoba-coba. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan atau edukasi kepada masyarakat tentang dampak buruk penyalahgunaan buah kecubung,” kata Ruselita.

Ruselita menekankan bahwa masyarakat juga dilarang keras mencoba buah kecubung. Meski buah kecubung ini cukup mudah ditemukan karena tumbuh di alam bebas.

Legislator dari Partai Perindo ini mendorong perlunya edukasi dan sosialisasi yang masif ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman bahwa penyalahgunaan buah kecubung dapat merusak mental dan berpotensi mengancam nyawa.

Terlebih lagi jika buah kecubung dikonsumsi bersama dengan obat, zat kimia, atau bahan sejenis lainnya.

“Saya mengajak semua pihak, terutama masyarakat untuk menanggapi fenomena ini dengan serius. Isu seperti ini harus menjadi tanggung jawab bersama sebelum berkembang lebih jauh dan menelan korban jiwa,” pungkasnya.rba