DPRD PALANGKA RAYA

Krisis Guru Bahasa Inggris, Orang Tua Siswa SDN 8 Menteng Terpaksa Iuran

115
×

Krisis Guru Bahasa Inggris, Orang Tua Siswa SDN 8 Menteng Terpaksa Iuran

Sebarkan artikel ini
Krisis Guru Bahasa Inggris, Orang Tua Siswa SDN 8 Menteng Terpaksa Iuran
Salundik

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kekosongan tenaga pengajar kembali menjadi sorotan di dunia pendidikan Kota Palangka Raya. Kali ini, SD Negeri 8 Menteng di Jalan G Obos XII harus menghadapi kenyataan tidak memiliki guru Bahasa Inggris selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut diungkapkan Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari daerah pemilihan II, Salundik, usai menyerap aspirasi masyarakat saat kegiatan reses.

“Pada saat kami reses kemarin, perwakilan sekolah melalui Komite menyampaikan sudah sejak beberapa bulan ini sekolah itu tidak memiliki guru Bahasa Inggris,” ujarnya saat Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Senin (13/4/2026).

Salundik menambahkan, menurut keterangan pihak sekolah, kekosongan itu terjadi setelah guru sebelumnya memasuki masa pensiun. Namun hingga kini, belum ada penempatan guru pengganti dari pemerintah daerah.

Situasi tersebut mendorong pihak sekolah bersama komite dan wali murid untuk mengambil langkah mandiri. Mereka sepakat menunjuk guru paruh waktu demi memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

“Jadi mereka melalui Komite ini berinisiatif melakukan iuran untuk menggaji guru Bahasa Inggris ini,” jelasnya.

Meski langkah tersebut menjadi solusi sementara, Salundik menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia meminta Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan segera melakukan pendataan ulang terhadap distribusi tenaga pengajar, khususnya guru Bahasa Inggris.

Ia menyarankan agar sekolah yang memiliki kelebihan guru dapat membantu mengisi kekosongan di SDN 8 Menteng.

“Karena kan seharusnya kekosongan guru ini jangan sampai terjadi. Karena ini akan mempengaruhi proses belajar mengajar siswa di sekolah,” imbuhnya.

Salundik berharap pemerintah kota dapat segera merespons persoalan ini secara konkret, sehingga hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak tetap terpenuhi.

“Kami berharap pemerintah kota bisa segera mengakomodir apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini. Karena pendidikan ini merupakan sektor yang sangat penting,” pungkasnya.nws/fwa-red