PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian serius. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, per 22 Juli 2025, Kabupaten Sukamara mencatatkan luas lahan terbakar terbesar mencapai 70,40 hektare. Sementara, jumlah kejadian karhutla tertinggi terjadi di Kota Palangka Raya dengan 39 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan, hingga pertengahan Juli ini, pihaknya mencatat persebaran titik hotspot, jumlah kejadian, serta luasan karhutla di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.
Adapun sebaran titik hotspot, kejadian, dan luas karhutla di kabupaten/kota se-Kalteng per 22 Juli 2025: Kabupaten Barito Selatan tercatat memiliki 4 hotspot, dengan 6 kejadian karhutla dan luas lahan terbakar sebesar 6,85 hektare.
Kemudian Barito Timur 17 hotspot, 5 kejadian, dan luas karhutla 6,69 hektare. Barito Utara memiliki 45 hotspot, 24 kejadian, dan luas karhutla mencapai 14,59 hektare.
“Gunung Mas menjadi salah satu daerah tertinggi jumlah hotspot, yakni 72 titik, dengan 8 kejadian dan 12,70 hektare luas karhutla. Kabupaten Kapuas memiliki 57 hotspot, 2 kejadian, dan luas terbakar 3,03 hektare. Katingan mencatat 71 hotspot, 6 kejadian, dan luas karhutla 10,01 hektare,” sebutnya.
Toyib melanjutkan, di Kota Palangka Raya terdapat 3 hotspot, namun dengan jumlah kejadian tertinggi sebanyak 39, dan luas karhutla 14,14 hektare. Kotawaringin Barat memiliki 13 hotspot, 4 kejadian, dan luas terbakar cukup besar 27,69 hektare. Kotawaringin Timur 67 hotspot, 18 kejadian, dan luas karhutla 9,90 hektare.
“Kabupaten Lamandau mencatat 71 hotspot, 3 kejadian, dan luas karhutla 1,56 hektare. Murung Raya terdapat 11 hotspot, 3 kejadian, dan luas terbakar 2,20 hektare. Pulang Pisau mencatat 22 hotspot, 7 kejadian, dan luas karhutla 5,55 hektare,” ujarnya.
Di Seruyan terdapat 54 hotspot, 2 kejadian, dan luas terbakar 1,75 hektare. Sementara itu, Sukamara memiliki 31 hotspot, 17 kejadian, dan menjadi daerah dengan luas karhutla tertinggi mencapai 70,40 hektare.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan rawan karhutla untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Saat ini tim kami bersama TNI-Polri dan relawan terus melakukan patroli serta pemadaman di lokasi-lokasi rawan,” lanjut Toyib.
Toyib juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah meluasnya karhutla. Ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus ditingkatkan, termasuk penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Setiap titik api yang muncul bisa berkembang sangat cepat jika tidak segera ditangani. Maka kami mohon kerja samanya dari seluruh pihak,” tutupnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng saat ini terus memantau kondisi cuaca dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam rangka pengendalian karhutla, mengingat puncak musim kemarau diprediksi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. ldw





