PEMPROV KALTENG

Siapkan Tenaga Terampil Siap Kerja, Gubernur Biayai 360 Mahasiswa D1 Vokasi Agroforestry

66
×

Siapkan Tenaga Terampil Siap Kerja, Gubernur Biayai 360 Mahasiswa D1 Vokasi Agroforestry

Sebarkan artikel ini
Siapkan Tenaga Terampil Siap Kerja, Gubernur Biayai 360 Mahasiswa D1 Vokasi Agroforestry
TENAGA TERAMPIL-Gubernur H Agustiar Sabran saat menanam pohon dalam kegiatan ramah tamah yang digagas Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, dengan mempertemukan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua provinsi. FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengakselerasi program penciptaan lapangan kerja berbasis kompetensi. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembukaan Program Diploma 1 (D1) Vokasi Agroforestry yang akan menerima 360 mahasiswa baru pada tahun pertama, dengan pembiayaan dari APBD provinsi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng Farid Wadji menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target Gubernur dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya di sektor pertanian yang saat ini menjadi prioritas pembangunan daerah.

Program vokasi D1 tersebut akan dibuka di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan direncanakan mulai berjalan pada semester ganjil pertengahan tahun 2026, sekitar Juni atau Juli.

“Untuk tahun pertama, yang dibiayai pemerintah provinsi sebanyak 360 orang mahasiswa baru. Ini memang dipersiapkan untuk mencetak tenaga siap kerja,” ujar Farid, di Palangka Raya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, model pendidikan yang diterapkan lebih menitikberatkan praktik. Sekitar 30 persen kegiatan dilakukan di ruang kelas, sedangkan 70 persen lainnya langsung di lapangan. Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga sudah terlibat dalam aktivitas kerja selama masa pendidikan berlangsung.

Program ini dirancang satu tahun. Mahasiswa yang mulai kuliah pertengahan 2026 akan menyelesaikan pendidikan pada Juli 2027. Namun selama proses tersebut, mereka sudah terlibat dalam kegiatan kerja di sektor pertanian.

Farid menegaskan, kebutuhan tenaga terampil di bidang pertanian akan terus meningkat, terutama seiring program cetak sawah dan pengembangan sektor agro di Kalteng.

“Harapannya kebutuhan tenaga pertanian terampil bisa dipenuhi oleh anak-anak muda asli Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, pendanaan program saat ini sedang dalam tahap pengaturan administrasi. Pemerintah optimistis program dapat berjalan sesuai jadwal dan menjadi salah satu solusi strategis menekan angka pengangguran terbuka. ldw/ded-red