PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat sebagai provinsi dengan jumlah bandara terbanyak se-Indonesia, yakni sembilan bandara yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Fakta ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng Yulindra Dedy, usai menghadiri doa kebangsaan lintas agama di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (2/9).
“Kalteng memiliki sembilan bandara, terbanyak di Indonesia. Tapi kalau semuanya dijalankan sekaligus, pasti ada yang tidak maksimal. Karena itu kita prioritaskan peningkatan Bandara Tjilik Riwut dan Iskandar lebih dulu,” ucap Dedy.
Adapun sembilan bandara di Kalteng tersebut meliputi Bandara Tjilik Riwut (Palangka Raya), Iskandar (Pangkalan Bun), H Asan (Sampit), serta Bandara di Muara Teweh, Gunung Mas, Murung Raya, Seruyan, Tumbang Samba, dan Buntok.
Meski jumlahnya banyak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menilai tidak semua dapat dioptimalkan secara bersamaan. Saat ini, Pemprov Kalteng fokus pada pengembangan dua bandara utama, yakni Tjilik Riwut dan Iskandar.
Dijelaskan Dedy, usulan perpanjangan landasan pacu telah diajukan agar Bandara Tjilik Riwut bisa ditingkatkan menjadi bandara internasional. Sementara Bandara Iskandar dinilai strategis karena melayani arus penumpang dan kargo cukup tinggi.
“Kalau Tjilik Riwut ingin naik kelas jadi bandara internasional, landasan pacunya harus diperpanjang. Ini sudah kita sampaikan dalam Musrenbangnas agar masuk dalam skala prioritas,” jelasnya.
Meski demikian, Dedy menegaskan kewenangan pengelolaan bandara bukan berada di pemerintah provinsi, melainkan di Kementerian Perhubungan dan BUMN. Karena itu, Pemprov Kalteng lebih berperan dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Harapan kita, dengan banyaknya bandara di Kalteng, keberadaan sarana transportasi udara ini benar-benar mendukung konektivitas, membuka akses investasi, serta menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya. ldw











