-
Spirit Kalteng

Kemenkes: Kalteng 3 Meninggal, 313 Luka Berat, Dinkes Kalteng Bingung, Data dari Mana?

238
×

Kemenkes: Kalteng 3 Meninggal, 313 Luka Berat, Dinkes Kalteng Bingung, Data dari Mana?

Sebarkan artikel ini
data. foto istimewa
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mempertanyakan data korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencatat sebanyak 313 orang mengalami luka berat dan tiga orang meninggal dunia di Kalteng.

Menurut Suyuti, angka tersebut tidak tercatat dalam sistem pencatatan fasilitas pelayanan kesehatan di Kalteng. Rumah sakit dan puskesmas, kata dia, tidak memiliki pencatatan khusus yang menyebut seseorang meninggal atau mengalami penyakit akibat karhutla.

“Perlu dipahami ya. Sistem pencatatan di rumah sakit dan puskesmas tidak mencatat secara spesifik kematian akibat karhutla atau penyakit akibat karhutla,” kata Suyuti, di Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Suyuti menyusul data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai masyarakat terdampak karhutla per 9 September 2026. Dalam data yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes Widyawati melalui kanal YouTube BNPB, Kalteng disebut menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak.

Kemenkes mencatat terdapat 313 orang mengalami luka berat dan tiga orang meninggal dunia di Kalteng. Secara keseluruhan, Kemenkes mencatat 347 korban karhutla di sejumlah wilayah, terdiri atas 324 orang luka berat, 23 orang luka ringan, dan empat orang meninggal dunia.

Namun, Suyuti menegaskan Dinas Kesehatan Kalteng tidak memiliki catatan yang secara spesifik mengategorikan kasus tersebut sebagai korban akibat karhutla.

“Makanya kalau ada yang mengaitkan dengan karhutla, ya silakan dikonfirmasi kepada yang mengeluarkan data,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui sumber pencatatan yang digunakan sehingga muncul angka korban karhutla di Kalteng tersebut.

“Wah, tidak ada catatannya di kami. Kami tidak tahu sumber datanya dari mana,” tegas Suyuti.

Sementara itu, dalam pemaparan Kemenkes, Widyawati menyebut data masyarakat terdampak karhutla berasal dari sejumlah provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. ldw/ded-red

 

-
-
-