PANGKALAN BUN /TABENGAN /CO. ID – Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Novia Widyaningtyas, S. Hut, M. Sc, meninjau langsung lokasi Kebakaran hutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam narkotika tersebut, Novia Widyaningtyas, yang juga bertugas sebagai Ketua Tim Pendampingan Daerah Satgas Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Kementerian Kehutanan pada Provinsi Kalimantan Tengah, yang salah satu tugasnya mengoordinasikan kesiapsiagaan dari unsur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, tim Manggala Agni, hingga bantuan BKO (Bantuan Kendali Operasi), didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Kepala Balai TNTP, Yohan Hendratmoko dan Kadaops Manggala Agni Pangkalan Bun.
Novia Widyaningtyas bersama rombongan meninjau langsung kawasan sungai Sekonyer Resort Pesalat Taman Nasional Tanjung Puting, dimana dilokasi tersebut sejak tanggal 10 September 2026 telah terbakar, dan diperkirakan luasan yang terbakar mencapai 200 hektare.
“Tim gabungan sejak tanggal 10 September telah melakukan pemadaman dilokasi sungai Sekonyer ini, pagi, siang dan malam berupaya agar api tidak menyebar luas, berbagai kendala telah kami terima berdasarkan laporan yang disampaikan, baik perihal sulitnya sumber air bahkan lokasi Kebakaran sangat jauh, sehingga tim melangsir air untuk bisa memadamkan titik api,” ujar Novia
Novia pun berharap agar segera diturunkan hujan agar kebakaran hutan Taman Nasional Tanjung Puting dapat teratasi dan Taman Nasional Tanjung Puting kembali lestari.
Sementara itu, data monitoring kejadian Kebakaran hutan TNTP sejak tanggal 27 Agustus sampai dengan tanggal 13 September 2026, luasan yang terbakar mencapai 4.524 hektare yang terjadi di wilayah Tanjung Rengas, Pesalat, Sungai Cabang, Teluk Pulai, Pembuang Hulu, Sungai Baung dan Sungai Perlu.
Adapun lokasi Kebakaran hutan TNTP paling banyak masuk administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat yakni Sungai Cabang seluas 1113,7 hektare, Teluk Pulai seluas 1062,2 hektare.
Yang masuk administrasi Kabupaten Seruyan untuk wilayah Pembuang Hulu seluas 600 hektare, Sungai Baung seluas 666,5 hektare dan Sungai Perlu seluas 929,2 hektare. (yulia /jsi-red)











