-
Spirit Kalteng

4 BULAN KABUT ASAP DAN KARHUTLA-Palangka Raya Diguyur Hujan Es dan Angin Kencang 

45
×

4 BULAN KABUT ASAP DAN KARHUTLA-Palangka Raya Diguyur Hujan Es dan Angin Kencang 

Sebarkan artikel ini
HUJAN ES-Tangkapan layar video amatir dari warga Kompleks Mendawai, Palangka Raya, saat mendapati fenomena hujan es. Terlihat jelas butiran hujan es yang diambil oleh seseorang, Jumat (30/10/2026) sore.FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah kurang lebih empat bulan menghadapi musim kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, Kota Palangka Raya justru dikejutkan dengan fenomena cuaca ekstrem. Hujan es disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan pada Jumat (30/10/2026) sore.

Fenomena yang terbilang jarang terjadi di wilayah tropis sangat mengejutkan masyarakat. Selain hujan disertai butiran es, angin kencang yang menerjang sejumlah kawasan juga mengakibatkan adanya kerusakan rumah warga. Bahkan, dilaporkan atap sebuah rumah sampai terangkat dan terbang hingga jatuh kerumah warga yang tak jauh dari lokasi.

Hujan es dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Warga yang menyaksikan fenomena tersebut mengaku baru pertama kali mengalami hujan yang disertai butiran es selama tinggal di Palangka Raya.

Lurah Palangka, Dawid, membenarkan kejadian tersebut, khususnya di kawasan Jalan Mendawai. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi dari instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Saya minta masyarakat jangan panik dengan fenomena ini dan tunggu informasi resmi dari pihak terkait seperti BMKG,” ujarnya.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, menjelaskan fenomena hujan es tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus akibat kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan konvektif.

Menurutnya, proses tersebut diawali pemanasan matahari yang cukup kuat pada siang hari sehingga memicu terbentuknya arus udara naik. Kondisi itu diperkuat dengan atmosfer yang labil serta tingkat kelembapan udara yang tinggi.

“Awan Cumulonimbus adalah awan konvektif yang tumbuh ke arah atas. Semakin tinggi lapisan atmosfer, suhu udara semakin menurun, sehingga partikel uap air yang terangkat ke atas dapat membeku menjadi butiran es,” jelas Lian.

Ia menerangkan, butiran es yang terbentuk di dalam awan akan semakin besar dan berat. Ketika beratnya melebihi kemampuan arus udara untuk menahannya, butiran tersebut akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

Dalam perjalanannya menuju tanah, butiran es melewati lapisan udara yang lebih hangat sehingga sebagian mengalami pencairan. Namun, apabila ukuran awal es cukup besar dan kecepatan jatuhnya tinggi, sebagian butiran masih dapat mencapai permukaan sebelum seluruhnya meleleh.

Berdasarkan pemantauan citra radar Stasiun Meteorologi Banjar pada pukul 15.05 WIB, wilayah Kecamatan Jekan Raya terpantau mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai ringan hingga lebat.

Lian menyebutkan, hujan es tersebut merupakan fenomena lokal yang meskipun jarang terjadi di wilayah tropis seperti Kalimantan Tengah, tetap memungkinkan terjadi ketika jika kondisi atmosfer keadaan mendukung.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis dan dapat memantau informasi resmi melalui saluran BMKG,” Imbaunya.

Tidak hanya hujan es, angin kencang yang menyertai hujan juga menimbulkan kerusakan di kawasan Jalan Kalimantan, Gang Beringin, Kecamatan Pahandut.

Sebuah rumah milik warga bernama Lia mengalami kerusakan setelah bagian atap dapurnya terangkat akibat kuatnya tiupan angin yang disertai hujan lebat. Atap tersebut bahkan terbang cukup jauh sebelum akhirnya jatuh ke rumah warga lain yang berada diwilayah komplek lokasi kejadian.

Perubahan kondisi cuaca yang terjadi setelah periode panjang kemarau dan karhutla ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Palangka Raya. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu cuaca ekstrem secara tiba-tiba. mak/fwa-red

 

-
-
-