-
DPRD BARITO UTARA

Ketua DPRD Barut Kawal Hak Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Lemo

29
×

Ketua DPRD Barut Kawal Hak Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Lemo

Sebarkan artikel ini
MENGAWAL-Ketua DPRD Barut Hj Mery Rukaini (kanan) menghadiri forum sosialisasi di Ruang Rapat Setda Barut, Jumat (23/10/2026). TABENGAN/ARNOLD
-

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Rencana strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) untuk membangun Jembatan Lemo mendapat lampu hijau dari jajaran legislatif. Ketua DPRD Barut, Hj Mery Rukaini, menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek infrastruktur tersebut, seraya menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal perlindungan hak masyarakat yang terdampak.

Dukungan tersebut disampaikan Mery merespons arahan Bupati Barut H Shalahuddin dalam forum sosialisasi di Ruang Rapat Setda, Jumat (23/10/2026). Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan, Jembatan Lemo merupakan kunci konektivitas yang akan memacu pertumbuhan ekonomi Desa Lemo dan Muara Teweh, serta berjanji memproses ganti rugi warga terdampak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Mery mengapresiasi langkah transparan pemerintah daerah yang melibatkan masyarakat langsung dalam forum sosialisasi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga harus menjamin kesejahteraan sosial di sekitarnya.

“Kami dari jajaran DPRD sangat mendukung apa yang disampaikan Bupati. Jembatan Lemo ini memang sangat dibutuhkan untuk membuka akses dan menggerakkan roda perekonomian. Namun, kami juga sepakat dengan Bupati bahwa hak-hak warga yang terdampak harus menjadi prioritas utama,” tegas Mery.

“Bupati sudah menegaskan bahwa prosesnya akan mengikuti peraturan perundang-undangan. Tugas kami di DPRD adalah mengawal agar komitmen tersebut tidak hanya menjadi wacana. Kami akan pastikan regulasinya jelas dan anggarannya tersedia, sehingga tidak ada warga yang merasa dirugikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mery mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Lemo, untuk menangkap baik peluang dialog yang dibuka oleh pemerintah. Menurutnya, sinergi yang harmonis antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat adalah kunci agar pembangunan Jembatan Lemo dapat berjalan lancar tanpa meninggalkan persoalan sosial di kemudian hari.

“Kami mengajak warga untuk terus berkomunikasi dan bermusyawarah. Sampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat. Mari kita sukseskan Jembatan Lemo ini bersama-sama demi kemajuan Barut,” pungkas Mery. old/dre-red

-
-
-