PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) TB Patria 3 bernama Andi Haeran (52) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya saat kapal sedang berlayar menuju Pelabuhan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Diketahui, korban merupakan Kepala Kamar Mesin di kapal tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika TB Patria 3 tengah berlayar dari Bojonegoro menuju Kumai. Rekan korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada Abdul Gafur, Kapten Kapal TB Patria 3. Selanjutnya, lokasi kejadian langsung diamankan meski kapal saat itu masih berada di tengah Laut Jawa dan cukup jauh dari dermaga.
Mendapat laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana segera memerintahkan personel Pos SAR Pangkalan Bun untuk melakukan intercept atau pertemuan di laut dengan kapal TB Patria 3.
“Sekitar pukul 16.25 WIB, Tim SAR gabungan berangkat dari Pelabuhan Kumai menggunakan tugboat milik PT Delang Makmur Jaya untuk melakukan intercept terhadap TB Patria 3 yang berada di perairan Laut Jawa,” ujar Ketut Alit, Minggu (19/10).
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, tim berhasil mencapai titik pertemuan dengan kapal TB Patria 3. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai.
Menurut keterangan Mahdi, Koordinator Lapangan Basarnas, Tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai pada pukul 02.40 WIB, Minggu (19/10). Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Proses evakuasi ini terlaksana berkat sinergi lintas sektoral antara instansi pemerintah dan pihak perusahaan. Korban telah berhasil dievakuasi dan saat ini dalam penanganan pihak rumah sakit. Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” tutupnya. c-uli











