-
Spirit Kalteng

Wali Kota Fairid Hadirkan Bus Oksigen Keliling, Permudah Penanganan Warga Terdampak Asap

38
×

Wali Kota Fairid Hadirkan Bus Oksigen Keliling, Permudah Penanganan Warga Terdampak Asap

Sebarkan artikel ini
LAYANAN KESEHATAN-Bus Oksigen Keliling yang diluncurkan oleh Pemko Palangka Raya di Puskesmas Menteng, Jumat (16/10/2026). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH
-

PALANGKA RAY/TABENGAN.CO.ID-Sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan bagi warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat melalui peluncuran Bus Oksigen Keliling.

Program yang diluncurkan di Puskesmas Menteng, Jumat (16/10/2026), tersebut merupakan inisiatif Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melalui Dinas Kesehatan yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, pelayanan oksigen keliling merupakan langkah lanjutan dari program Rumah Oksigen yang telah berjalan sebelumnya. Melalui layanan bergerak ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan kesehatan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan.

“Ini bukan menggantikan program Rumah Oksigen yang sudah ada. Dalam rangka pemerataan pelayanan, kami menyiapkan strategi lain dengan mendatangi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Riduan menjelaskan, pada tahap awal, Bus Oksigen Keliling ditempatkan di Puskesmas Menteng untuk pelaksanaan hari pertama. Selanjutnya, penempatan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk wilayah yang mengalami paparan asap cukup tebal.

Pemko Palangka Raya merencanakan pengoperasian dua unit bus untuk menjangkau sejumlah titik pelayanan. Setiap bus dilengkapi tujuh tabung oksigen sehingga dapat melayani hingga tujuh orang dalam satu waktu.

Pelayanan tersebut juga didukung tenaga kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi pasien, termasuk mengukur kadar oksigen dalam darah menggunakan alat oksimetri. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan petugas dalam menentukan kebutuhan oksigen pasien.

“Nanti kalau di bawah 90, berarti memerlukan kecepatan yang lebih. Kalau yang di atas 90, berarti kan memerlukan beberapa liter,” jelas Riduan.

Ia menegaskan, layanan ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh warga Kota Palangka Raya. Karena itu, masyarakat diharapkan mengetahui keberadaan program tersebut melalui sosialisasi pemerintah dan media massa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Hadi Suwandoyo mengatakan, pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan armada bus serta pengemudi untuk menunjang operasional pelayanan.

Menurutnya, bus yang digunakan merupakan armada Bus Rapid Transit (BRT) milik Dinas Perhubungan yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan masyarakat.

“Ini merupakan program Bapak Wali Kota dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama yang terkena ISPA. Kami berkolaborasi untuk menghadirkan layanan jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan oksigen bisa terlayani secara gratis,” katanya.

Hadi menyebutkan, bus tersebut telah memiliki fasilitas pendukung, seperti tempat duduk yang nyaman, serta pendingin ruangan, sehingga dapat digunakan untuk pelayanan pemberian oksigen.

Dinas Perhubungan menyiapkan dua unit bus untuk tahap awal. Namun, jumlah armada dapat ditambah menjadi tiga unit apabila kebutuhan pelayanan di lapangan meningkat.

Penentuan lokasi operasional selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama pembagian masker dan susu juga masih terus dilakukan oleh Pemko Palangka Raya. Kali ini pembagian tersebut menyasar masyarakat yang sedang berkunjung ke Puskesmas Menteng.

Melalui layanan-layanan ini, Pemko Palangka Raya berharap warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak karhutla dapat memperoleh pertolongan lebih cepat. Kehadiran Bus Oksigen Keliling juga diharapkan memperkuat upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap. nws/fwa-red

 

-
-
-