-
Spirit Kalteng

Diduga Terpicu Kabut Asap, Bayi 6 Bulan Penderita Komorbid Meninggal Dunia

120
×

Diduga Terpicu Kabut Asap, Bayi 6 Bulan Penderita Komorbid Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
DIDUGA TERPICU ASAP-Bayi berusia 6 bulan berinisal SH meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Sabtu (10/10) sekitar pukul 17.00 WIB. FOTO ILUSTRASI/ISTIMEWA
-

BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Karena sinyalir mengalami gangguan pernapasan akibat terhirup asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seorang bayi berusia 6 bulan berinisal SH meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Sabtu (10/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dilansir mataborneo.com. Bayi perempuan yang merupakan Warga Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan tersebut, dilarikan ke IGD RSUD Jaraga Sasameh Buntok, karena setiap harinya mengalami sesak nafas dan batuk, hingga kondisinya semakin memburuk.

“Memang benar ada bayi berumur 6 bulan meninggal dunia, namun memungkinkan bayi tersebut datang ke IGD dalam kondisi sesak nafas dan kejang-kejang,” ujar Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, FINASIM

Dadang Baskoro yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Barsel itu menjelaskan, pada pukul 14.00 WIB pasien datang ke IGD dengan kondisi sesak nafas dan kejang. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, pasien yang didiagnosa mengalami infeksi Pheumonia paru-paru yang cukup serius.

Dan sekitar 3 jam sore, pihaknya berupaya melakukan tindakan medis untuk menyembuhkan pasien, namun bayi berusia 6 bulan tersebut tidak bertahan hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB di IGD.

“Pheumonia bisa menyerang siapa saja, terutama balita dan lansia serta karena orang mempunyai faktor komorbid yang rentan untuk terinfeksi, apalagi kita dalam kondisi seperti ini,” beber Dadang sapaan akrabnya.

Ia juga menjelaskan, terjadinya Pneumonia ini disebabkan karena banyak faktor salah satunya yaitu karena kondisi sekitar yang dialami sekarang menghirup asap tebal, potensinya pasti akan lebih besar, tapi bukan 100 persen faktor dari situ yang menyebabkan pasien meninggal.

Sesuai intruksi Bupati Barsel, pihaknya sudah melakukan pembagian masker, lalu membuat rumah oksigen sebanyak 13 rumah yang tersebar di Barsel, agar bisa dimanfaatkan warga secara gratis. Kemudian bagi pasien-pasien yang dalam kondisi berat di rumah oksigen dan puskesmas, langsung dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh untuk penanganan lebih lanjut.c-dan

 

-
-
-