TAMIANG LAYANG/TABENGAN.CO.ID– Bupati Barito Timur (Bartim) M Yamin sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bartim, Rabu (25/3/2026).
Dalam paparannya, Bupati Yamin menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sesuai dengan dan .
“LKPJ ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan selama satu tahun, sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Bupati Yamin menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Bartim pada 2025 mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan (Growth Green) melalui Investasi dan Infrastruktur”. Fokus ini diarahkan pada penguatan sektor berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, dan peternakan.
Secara umum, pembangunan daerah dinilai berjalan sesuai rencana. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator makro, di antaranya, pertumbuhan ekonomi mencapai 3,9 persen, angka kemiskinan turun menjadi 6,1 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,15 persen dan indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,5 poin
Berbagai program prioritas juga menunjukkan capaian signifikan. Program layanan kesehatan seperti home visit lansia telah menjangkau 100 desa, sementara pembangunan RSUD Tipe B mulai direalisasikan.
Di sektor infrastruktur, program 1 Desa 1 WiFi bahkan melampaui target dengan menjangkau 39 desa. Sementara itu, di bidang kesejahteraan masyarakat, program tenaga kerja terlatih, beasiswa, serta bedah rumah berhasil direalisasikan sesuai bahkan melampaui target. Upaya penanganan stunting juga menunjukkan hasil menggembirakan dengan capaian di atas target.
Sepanjang 2025, Kabupaten Bartim juga menorehkan sejumlah prestasi. Di antaranya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta penghargaan sebagai daerah dengan penurunan tingkat kemiskinan tertinggi di Kalimantan Tengah.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai lebih dari Rp1,349 triliun atau 103 persen dari target. Sementara belanja daerah terserap sebesar 91,48 persen, dengan SiLPA tercatat Rp163,93 miliar.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pembangunan di Barito Timur semakin optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. pea/red











