-
PEMKAB SERUYAN

Dinkes Seruyan Siagakan Layanan Kesehatan Hadapi Ancaman Kabut Asap

77
×

Dinkes Seruyan Siagakan Layanan Kesehatan Hadapi Ancaman Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Kepala Dinkes Seruyan, Riza Syahputra, saat di wawancarai awak media.FOTO ISTIMEWA
-

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID– Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan meningkatkan kesiapan layanan kesehatan menyusul kondisi kabut asap yang masih berpotensi terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Seruyan, Riza Syahputra, mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga dengan menyiapkan kebutuhan medis untuk masyarakat dan petugas yang berada di wilayah terdampak.

Menurutnya, sejumlah puskesmas telah dilengkapi fasilitas oksigen yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma. Selain itu, Dinkes juga menempatkan posko kesehatan di kawasan Seruyan Tengah dan Pembuang Hulu.

“Di seluruh puskesmas sudah ada ruang oksigen lengkap dengan tenaga medis dan tabung oksigennya. Semuanya dapat diakses secara gratis oleh masyarakat yang terdampak kabut asap,” kata Riza, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, dukungan kesehatan yang disiapkan meliputi masker, oksigen portabel atau Oxycan, hingga vitamin. Penyaluran logistik tersebut diprioritaskan ke wilayah yang dinilai membutuhkan, termasuk Seruyan Hulu dan Seruyan Tengah.

Riza juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus ISPA sempat meningkat pada Agustus 2026. Namun, memasuki September, jumlah kasus tercatat mengalami penurunan.

“Puncak lonjakan kasus terjadi pada bulan Agustus 2026 yang mencapai angka 500-an. Memasuki September 2026, trennya menurun di angka 230 hingga 250 kasus,” ujarnya.

Meski kondisi asap di Kuala Pembuang dinilai belum sepekat sejumlah wilayah lainnya, Dinkes tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi. Koordinasi dilakukan bersama BPBD Seruyan dan BMKG, terutama berkaitan dengan kondisi kualitas udara dan kadar PM2.5.

Jika hasil pemantauan menunjukkan tingkat pencemaran udara telah melewati ambang batas aman, Dinkes akan memberikan rekomendasi kepada sektor pendidikan terkait kegiatan belajar mengajar, termasuk opsi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak dan menggunakan perlindungan untuk mengurangi risiko terpapar asap.

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Tetapi jika tidak ada urusan yang mendesak, kami sarankan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah demi menghindari paparan kabut asap,” pungkasnya.zul/jsi-red

-
-
-