PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menanggapi pernyataan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan yang menyebut kabut asap di wilayahnya merupakan limpahan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalteng.
Bambang meminta persoalan kabut asap tidak dibawa ke arah saling menyalahkan antarwilayah. Menurutnya, penanganan karhutla dan dampak asap semestinya dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah masing-masing.
“Enggak bisa saling menyalahkan. Menggunakan asap dari mana-mana, emang kita bisa mengatur asapnya harus ke mana-mana?” ujar Bambang, Rabu (30/9/2026)
Ia menilai pergerakan asap sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan arah angin sehingga tidak mudah untuk memastikan sumber asap yang kemudian bergerak ke wilayah lain.
“Gimana kita bisa mengatur asap? Gimana kita bisa merekayasa cuaca dan arah angin?” katanya.
Bambang mencontohkan kondisi wilayah pesisir yang memiliki pola angin laut dan angin darat. Namun, menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan wilayah yang berada di bagian tengah Kalimantan sehingga pergerakan asap tidak dapat dikendalikan secara sederhana.
“Kalau daerah pesisir, pasti ada angin-angin laut dengan angin ke darat. Tapi kalau sudah kita di tengah-tengah begini, jangan, enggak bisa saling menyalahkan,” ucapnya.
Karena itu, Bambang mengajak pemerintah daerah di Kalimantan, termasuk Kalbar dan Kalteng, untuk lebih mengedepankan langkah konkret dalam penanggulangan karhutla daripada memperdebatkan asal-muasal asap.
“Seharusnya sama-sama prihatin. Ayo sama-sama kita lakukan penanggulangannya. Jangan menyalahkan, enggak bisa,” tegasnya.
Bambang juga menyinggung persoalan kabut asap bukan hanya terjadi di satu daerah. Ia mengatakan, apabila masing-masing wilayah saling menunjuk, persoalan justru tidak akan menyelesaikan masalah karhutla.
“Kalau Malaysia juga ada kata menyalahkan asap dari Indonesia, oh, silakan saja. Jangan (sama-sama ada Karhutla) saling menyalahkan,” tegasnya
Ia kembali menekankan pentingnya penanganan karhutla dilakukan di wilayah masing-masing dengan koordinasi antarpemerintah daerah.
“Bagaimana bersama-sama menanggulangi di tempat masing-masing. Jangan Pak Gubernur Kalbar seperti itu, enggak bisa,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, persoalan asap seharusnya dilihat sebagai masalah bersama yang membutuhkan kerja sama lintas daerah. Terlebih, arah pergerakan asap dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan angin.
“Ya asap, gimana kita bisa mengatur asap? Sekarang Kita pikir penanggulangannya, ” pungkasnya. Jef











