-
DPRD PROV. KALTENG

Kekeringan, Asdy Narang Apresiasi Pemprov Kalteng Salurkan Air Bersih 

129
×

Kekeringan, Asdy Narang Apresiasi Pemprov Kalteng Salurkan Air Bersih 

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mellaui Dinas PUPR dan Dinas lainnya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan kemarau panjang. Hingga 5 September 2026, Pemprov Kalteng telah menyalurkan total 635.850 liter air bersih kepada warga di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Wakil ketua Fraksi Nasdem ini mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. Ia menilai distribusi air harus dilakukan secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat yang paling terdampak dan wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

“Kami mengapresiasi Pemprov Kalteng yang terus hadir membantu masyarakat terdampak kekeringan. Penyaluran air bersih ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari di musim kemarau panjang ini,” kata Asdy, Senin (7/9/2026).

Ia berharap upaya tersebut tidak hanya dilakukan sebagai respons jangka pendek, tetapi juga diikuti dengan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kemarau yang berlangsung lebih lama.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat koordinasi antara perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

“Kita berharap distribusi air bersih terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai ada masyarakat yang mengalami kesulitan air tetapi belum mendapatkan bantuan karena persoalan koordinasi atau keterlambatan informasi,” ujarnya.

Asdy juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah mitigasi yang lebih berkelanjutan, termasuk penguatan sarana penyediaan air bersih di wilayah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan. Penanganan tidak cukup hanya dengan mendistribusikan air ketika kondisi sudah darurat, tetapi perlu dibarengi dengan perencanaan dan kesiapsiagaan sejak awal.

“Penanganan kekeringan harus kita lihat secara menyeluruh. Bantuan air bersih memang menjadi solusi cepat, tetapi ke depan perlu ada penguatan infrastruktur dan kesiapsiagaan agar masyarakat lebih terlindungi ketika kemarau panjang kembali terjadi,” pungkasnya. Jef

 

-
-
-