Ekobis

HADAPI ANCAMAN CUACA-Bulog Kalteng Perkuat Cadangan Beras

272
×

HADAPI ANCAMAN CUACA-Bulog Kalteng Perkuat Cadangan Beras

Sebarkan artikel ini
HADAPI ANCAMAN CUACA-Bulog Kalteng Perkuat Cadangan Beras
SIAGA PANGAN-Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, di Palangka Raya, Senin (6/4/2026). FOTO TABENGAN/LIDIA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) periode Februari–Maret 2026 tetap berjalan meski menghadapi tantangan cuaca dan distribusi. Seluruh bantuan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan pihaknya kembali mendapat penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah Kalteng.

“Awalnya penyaluran untuk periode Februari–Maret, namun karena ada sedikit kendala teknis, masa penyaluran diperpanjang hingga akhir Mei. Insyaallah seluruh bantuan akan selesai disalurkan bulan Mei,” ujar Erwin, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan pangan di Kalteng mencapai sekitar 205 ribu orang. Setiap penerima memperoleh bantuan berupa beras dan minyak goreng merek Minyakita.

“Jika dikonversi, total beras yang disalurkan sebanyak 4.100 ton dan Minyakita sekitar 800 ribu liter. Untuk ketersediaan komoditas, baik beras maupun Minyakita, dalam kondisi sangat aman. Tinggal kita salurkan sesuai rencana distribusi,” jelasnya.

Erwin menegaskan, stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Kalteng mencapai 18 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan.

“Kalau dibandingkan dengan kebutuhan Banpang sebesar 4.100 ton, stok yang ada sangat aman,” tegasnya.

Dalam menghadapi dinamika cuaca dan potensi gangguan produksi, Bulog Kalteng menerapkan strategi penyerapan maksimal selama musim panen berlangsung guna memperkuat cadangan beras pemerintah.

“Kita akan terus melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya. Saat ini sedang musim panen, sehingga momentum ini kita manfaatkan untuk memperkuat stok,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi apabila di kemudian hari terjadi gangguan produksi akibat faktor alam. Dengan cadangan yang memadai, stabilitas pasokan dan distribusi diharapkan tetap terjaga.

“Ketika produksi terganggu dan Bulog tidak bisa melakukan penyerapan, stok yang sudah kita siapkan dapat digunakan untuk penyaluran. Itu strategi pengamanannya,” imbuhnya.

Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras sebesar 15.800 ton. Hingga April, realisasi penyerapan telah mencapai 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target tahunan.

“Insyaallah sampai akhir tahun target 15.800 ton bisa terpenuhi,” ujarnya.

Selain menjaga cadangan pangan, penyerapan beras juga dinilai penting sebagai upaya stabilisasi harga gabah di tingkat petani.

Di sisi lain, Bulog Kalteng juga tengah memperkuat infrastruktur pascapanen guna menunjang kapasitas penyimpanan. Rencana pembangunan fasilitas tersebut akan dilakukan di tiga kabupaten, yakni Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau.

“Khusus Barito Timur, proses hibah lahannya sudah berjalan. Saat ini kita masih menyelesaikan administrasi dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Insyaallah tahun ini bisa terealisasi,” jelas Erwin.

Ia menambahkan, pembangunan sarana penyimpanan menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan serapan hasil panen petani.

“Kalau kita harus menyerap sebanyak-banyaknya, tentu harus diimbangi dengan kesiapan tempat penyimpanan sesuai kapasitasnya,” tandasnya. ldw/ded-red