+Merk Lokal Berlimpah Tapi Mahal
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kelangkaan komoditas gula pasir mulai menghantui warga Kota Palangka Raya. Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin (6/4/2026), stok gula pasir di sejumlah ritel modern di kawasan Jalan Tjilik Riwut terpantau kosong melongpong, sementara harga di tingkat pedagang eceran meroket tajam.
Dua ritel besar di Jalan Tjilik Riwut Km 6 menjadi potret nyata sulitnya mendapatkan pemanis kristal ini. Di gerai Indomaret, rak yang biasanya diisi gula pasir tampak kosong. Menurut penuturan salah seorang karyawan, pasokan barang sudah terhenti selama beberapa hari terakhir.
”Gula pasir lagi kosong, belum datang beberapa hari ini,” ujarnya kepada Tabengan, Senin (6/4/2026).
Kondisi serupa terjadi di gerai Alfamart yang berlokasi tak jauh dari titik tersebut. Bahkan, kekosongan stok di ritel ini diklaim sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.
”Stoknya habis, sudah sekitar satu bulan tidak ada masuk gula pasir,” ungkap salah seorang karyawati Alfamart.
Kelangkaan di ritel modern berdampak langsung pada fluktuasi harga di pasar tradisional dan warung kelontong. Di area Pal 7 Jalan Tjilik Riwut, pedagang eceran mulai mengeluhkan kenaikan harga modal yang memaksa mereka menaikkan harga jual ke konsumen.
Habsa (28), seorang pedagang eceran, mengaku saat ini terpaksa menjual gula pasir seharga Rp20.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam waktu singkat.
”Baru dua hari lalu masih Rp19.000, dan sebelum puasa saya jual masih Rp18.000. Sekarang naik lagi karena barangnya langka dan harga dari tempat saya kulakan juga sudah tinggi,” jelas Habsa.
Menanggapi fenomena ini, Dinas Perdagangan Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUMP) Kota Palangka Raya melalui Kepala Bidang Perdagangan, Fajar Bhakti, memberikan penjelasan terkait kondisi harga di pasar secara umum.
Fajar menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan resmi pihak dinas, harga jual seharusnya masih terkendali. “Harga gula pasir sesuai pantauan hari ini masih sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) yaitu Rp17.500,” terang Fajar saat dikonfirmasi.
Namun, ketika disinggung mengenai ketersediaan pasokan di pasaran yang mulai menipis, pihaknya enggan memberikan jaminan mutlak. Fajar tidak berani memastikan bahwa stok gula pasir di Palangka Raya saat ini dalam posisi aman, mengingat realita di lapangan menunjukkan adanya kendala distribusi ke tingkat ritel dan pedagang kecil.
Kondisi ini praktis dikeluhkan warga, mengingat kebutuhan akan gula pasir cenderung meningkat selama masa Ramadan dan menjelang Idulfitri. Warga berharap pemerintah segera melakukan intervensi, baik melalui operasi pasar maupun pengecekan rantai distribusi, guna menstabilkan kembali harga dan pasokan di Bumi Tambun Bungai. rmp/red





