Ekobis

Diingatkan, Harga LPG di Pengecer Diminta Tetap Wajar

284
×

Diingatkan, Harga LPG di Pengecer Diminta Tetap Wajar

Sebarkan artikel ini
Diingatkan, Harga LPG di Pengecer Diminta Tetap Wajar
STOK AMAN-Sidak LPG 3 kg yang dilakukan oleh Pemko Palangka Raya dan Pertamina Patra Niaga, Selasa (7/4/2026), pastikan stok tercukupi.FOTO DPKUKMP UNTUK TABENGAN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan inspeksi mendadak (sidak) LPG 3 kilogram di sejumlah titik, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok gas bersubsidi tetap aman serta harga di tingkat pangkalan sesuai dengan ketentuan.

Sidak menyasar tiga lokasi utama, yakni Jalan Riau, Jalan Kalimantan, dan Jalan Karet. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP), Pertamina, serta instansi terkait turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan.

Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya Samsul Rizal melalui Kepala Bidang Perdagangan Fajar Bhakti menjelaskan, pengawasan ini difokuskan pada dua hal utama, ketersediaan stok dan harga LPG 3 kilogram di masyarakat.

“Hari ini kami bersama tim dari Pertamina dan instansi terkait melakukan monitoring dan pengawasan, terutama terkait ketersediaan serta fenomena harga LPG 3 kilogram di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari hasil sidak, secara umum pangkalan menjual LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, Rp22.000 per tabung.

“Di pangkalan tidak ditemukan pelanggaran harga. Mereka menjual sesuai HET, bahkan masyarakat bisa melihat langsung harga tersebut pada papan informasi yang terpasang,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya mengakui masih adanya laporan harga tinggi di tingkat pengecer yang bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per tabung. Hal ini terjadi karena adanya rantai distribusi tambahan yang menyebabkan kenaikan harga.

“Di pengecer memang tidak ada regulasi yang mengatur, sehingga ada margin yang diambil oleh masing-masing pelaku usaha. Ini yang menyebabkan harga bisa lebih tinggi,” ungkap Fajar.

Meski begitu, pihaknya telah mengimbau para pengecer agar tetap menjual dengan harga yang wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

“Jangan sampai harga di pengecer tidak rasional. Kami harap tetap dalam batas kewajaran,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pangkalan yang menjual di atas HET, baik melalui Pertamina maupun dinas terkait.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Kalteng IV Gas PT Pertamina Patra Niaga, Hadyan Yuhridza memastikan stok LPG di Palangka Raya dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Dari hasil pengawasan, ketersediaan stok di lapangan tercukupi dan tidak ada kekurangan. Pangkalan juga masih menjual sesuai HET,” katanya.

Terkait isu global, termasuk konflik di Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada harga energi, Hadyan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait kenaikan harga LPG maupun BBM bersubsidi.

“Sampai hari ini belum ada kebijakan kenaikan harga untuk LPG subsidi maupun BBM. Kita masih menunggu perkembangan ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran LPG di Palangka Raya dan Kalteng sejauh ini berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah ke depan kami akan terus menjaga agar penyaluran tetap lancar dan mencukupi,” tambahnya.

Untuk pembelian LPG 3 kilogram, masyarakat yang telah terdaftar cukup membawa KTP. Sementara bagi yang belum terdaftar, dapat membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk proses pendaftaran.

Melalui sidak ini, pemerintah berharap distribusi LPG subsidi semakin tepat sasaran, harga tetap stabil, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.nws/fwa-red