KESEHATAN

Dinkes Ingatkan Bahaya Mikroplastik Jangka Panjang

130
×

Dinkes Ingatkan Bahaya Mikroplastik Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Dinkes Ingatkan Bahaya Mikroplastik Jangka Panjang
Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ancaman mikroplastik kini menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Partikel kecil hasil penguraian sampah plastik ini tidak berwarna, tidak berbau, dan nyaris tak terlihat, namun dapat masuk ke dalam tubuh manusia secara perlahan melalui makanan, minuman, hingga paparan lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menegaskan, bahaya mikroplastik bukanlah ancaman yang langsung terasa, melainkan berdampak dalam jangka panjang.

“Yang perlu dipahami, ini bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Mikroplastik bisa bertahan di dalam tubuh dalam waktu lama dan perlahan memengaruhi fungsi organ,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, partikel mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi bahan pangan yang telah terkontaminasi, termasuk ikan, air minum, hingga udara yang tercemar. Setelah masuk, partikel tersebut dapat mengendap di dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Suyuti menjelaskan, hingga saat ini belum ada terapi khusus untuk mengatasi mikroplastik dalam tubuh manusia. Penanganan yang dilakukan bersifat simptomatis, tergantung pada organ yang terdampak.

“Tidak ada terapi khusus untuk mikroplastik. itu sendiri. Penanganannya mengikuti gangguan yang timbul. Jika yang terpengaruh organ jantung, maka ditangani sebagai kasus kardiovaskular. Begitu pula jika menyerang organ lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan mikroplastik tidak terlepas dari buruknya pengelolaan sampah plastik di lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan akan terurai menjadi partikel kecil yang mencemari tanah, sungai, dan laut, kemudian masuk ke rantai makanan manusia.

“Masalah ini berawal dari lingkungan. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik akan kembali ke manusia melalui makanan yang kita konsumsi,” katanya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kalteng mengimbau masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya.

“Masalah kesehatan ini berawal dari kebiasaan sehari-hari. Jika pengelolaan sampah tidak dibenahi, maka risiko paparan akan terus meningkat,” tegas Suyuti.

Ia juga menekankan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat.

“Ancaman mikroplastik mungkin belum terasa hari ini, tetapi dampaknya bisa membayangi generasi mendatang,” pungkasnya. ldw/ded-red