PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus menggencarkan program bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu, biasanya bantuan ini berupa beras hingga kebutuhan pokok lainnya. Tak hanya itu, operasi pangan murah juga rutin digelar sebagai langkah strategis menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menegaskan, program tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Program ini sifatnya rutin. Tujuan kita menjaga inflasi, agar kebutuhan bahan pokok tetap terjangkau dan bisa dibeli oleh masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kota juga secara aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan guna memantau harga-harga bahan pokok seperti beras, daging, telur, minyak goreng, dan gula. Jika ditemukan potensi kenaikan harga, intervensi langsung dilakukan melalui gerakan pangan murah.
Menurut Zaini, langkah tersebut terbukti efektif, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri lalu. Saat itu, harga ayam ras sempat mengalami penurunan berkat adanya subsidi dari pemerintah.
“Alhamdulillah, dengan subsidi itu harga bisa kita tekan sehingga tidak terlalu fluktuatif,” tambahnya.
Namun di balik upaya tersebut, muncul fenomena sebagian bantuan pangan yang justru dijual kembali oleh penerima di platform online. Menanggapi hal ini, Zaini menyebut bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki data penerima bantuan sosial yang valid melalui Dinas Sosial.
“Kita sebenarnya sudah punya daftar ya, penerima bansos itu ada daftarnya sudah melalui dinas sosial dan di situ sudah tercatat. Semua masyarakat yang berhak menerima bansos itu kan bisa dicek melalui aplikasinya kan ada. Nah itulah kita berikan dalam rangka membantu sebenarnya,” katanya.
Terkait adanya dugaan penjualan kembali bantuan, ia menilai hal tersebut berada di luar kewenangan pemerintah. Menurutnya, setiap penerima memiliki pertimbangan masing-masing dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Kalau kemudian kita mendengar informasi dijual kembali, nah itu kan sudah di luar kewenangan kita ya, masing-masing kan paham tentang kebutuhannya. Tetapi yang utama adalah bansos itu menjaga agar masyarakat kita ini mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari khususnya terhadap bahan-bahan pokok,” sebutnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemko Palangka Raya berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, dapat terbantu dalam menghadapi tekanan ekonomi. nws/fwa-red





