PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Tepat pukul 15.45 WIB, mobil ambulans yang membawa jenazah Prof Dr Birute Mary Galdikas, masuk ke pintu gerbang rumah duka di Desa Pasir Panjang, Senin (13/4/2026).
Kedatangan jenazah Prof Birute Galdikas disambut langsung oleh seluruh staf OFI, dan ratusan pelayat lainnya, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Camat Arut Selatan, unsur Forkopimda serta masyarakat Desa Pasir Panjang.
Jenazah almarhum setelah dikeluarkan dari ambulans langsung disemayamkan di dalam rumah duka yang dihadiri putranya Frederick Galdikas dan cucunya serta seluruh keluarga besarnya. Di dalam rumah duka, jenazah almahumah kemudian dipindahkan ke peti baru yang telah disiapkan oleh keluarga.
Tokoh masyarakat Pasir Panjang Uncum Ronda yang juga mantan Kepala Desa Pasir Panjang menyampaikan rasa syukur atas tibanya jenazah Prof Dr Birute Galdikas di bumi Marunting Batu Aji. Sesuai wasiatnya, Prof Birute minta dimakamkan di Kota Pangkalan Bun berdampingan dengan makam suami tercintanya.
“Almarhumah meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di RS Los Angeles-AS. Setelah 2 minggu lebih (24 Maret-13 April 2926), serta mengalami berbagai liku-liku di perjalanan dari Los Angeles-AS ke Indonesia, bersyukur jenazah selamat sampai tujuan,” kata Uncum Ronda.
Jenazah Prof Birute Galdikas berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.10 WIB dengan menggunakan pesawat Batik Air, tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pukul 15.30 WIB dan lokasi penjemputan oleh keluarga di vip room Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Jenazah Prof Birute Galdikas akan dikebumikan pada Rabu (15/4/2026) di halaman rumah duka Jalan Topar RT 2 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Prof Birute Galdikas akan dimakamkan di samping makam suaminya. yulia/jsi-red





