- TEWAS-Pelajar yang tertembak karyawan PT Unggul Lestari. FOTO ISTIMEWA
SAMPIT/TABENGA .CO.ID- Pelarian Ss, terduga pelaku dalam insiden penembakan yang menyebabkan seorang pelajar SD berinisial Rvl (13) meninggal dunia di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya berakhir.
Ss berhasil diamankan petugas bersama warga sekitar pukul 02.45 WIB, Minggu (20/9), setelah sebelumnya dilakukan penyisiran di sejumlah titik kawasan perkebunan kelapa sawit.
Setelah diamankan, terduga pelaku kemudian dibawa oleh tokoh masyarakat menuju Polsek Parenggean untuk selanjutnya dibawa ke Sampit guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses pengamanan tersebut, Ss turut didampingi Kepala Desa Tumbang Sepayang, Akwila, dan Ketua RT setempat.
“Bersama ketua RT, saya mengamankan pelaku dari massa untuk dibawa ke Polsek Parenggean dan akan dibawa ke Sampit,” ungkap Akwila saat dikonfirmasi.
Pengamanan Ss dilakukan setelah petugas bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan pencarian sejak Sabtu (19/9) malam. Penyisiran dilakukan di kawasan perkebunan kelapa sawit, termasuk sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat terduga pelaku melarikan diri.
Sebelumnya, Rvl meninggal dunia setelah diduga tertembak senjata jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic) di sekitar mess karyawan perkebunan kelapa sawit di Desa Tumbang Sepayang, Sabtu (19/9).
Informasi sementara, senjata PCP tersebut diduga sedang dicoba oleh Ss, yang bekerja sebagai pemanen di PT Unggul Lestari. Senjata itu disebut milik tetangganya. Saat dicoba, diduga masih terdapat peluru di dalam senjata sehingga tiba-tiba meletus dan mengenai korban.
Korban yang diketahui masih duduk di kelas V SD mengalami luka tembak pada bagian bawah ketiak. Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke Puskesmas Santuai untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani visum, namun nyawanya tidak tertolong.
Pasca kejadian, Ss diduga meninggalkan lokasi. Polisi bersama pemerintah desa dan warga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu dini hari.
Akwila sebelumnya juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun grup WhatsApp, terutama terkait foto dan identitas seseorang yang disebut sebagai pelaku.
Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Saat ini Ss telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk bagaimana senjata PCP tersebut dapat meletus hingga mengenai korban.
Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan keterangan para saksi nantinya akan menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara pasti penyebab serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (May/jsi-red)











