PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keterbatasan sumber air menjadi kendala serius dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Pahandut. Mengantisipasi kebakaran meluas, Polsek Pahandut kini mengandalkan empat titik sumur bor sebagai sumber air alternatif untuk pemadaman dan pembasahan.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, empat titik sumur bor tersebut saat ini berada dalam pemantauan dan penanganan pihaknya.
Satu sumur bor berada di Jalan Rungan. Sedangkan tiga lainnya merupakan bantuan Serdik Sespimmen, masing-masing di Jalan Victoria, Jalan Diklat, serta kawasan sekitar Jalan Marata Awat XI, wilayah Panarung.
“Karena saat ini kendala pemadaman karhutla adalah sumber air, sekarang wilayah dari Polsek Pahandut punya empat titik sumur bor,” kata Iyudi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, minimnya sumber air di lokasi kebakaran membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman secara maksimal. Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan ketika api muncul di kawasan yang jauh dari sumber air.
Keberadaan sumur bor pun dinilai sangat membantu petugas, terutama untuk memenuhi kebutuhan air saat pemadaman maupun pembasahan lahan yang terbakar. Langkah pembasahan penting dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Selain Pahandut, kepolisian juga memantau sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla, khususnya kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan objek vital.
Iyudi menyebut kawasan Jekan Raya, terutama Bukit Tunggal, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Kawasan Karanggan juga menjadi fokus pengawasan karena lokasinya tidak jauh dari Bandara Tjilik Riwut dan permukiman warga.
“Sekarang terfokus di Jekan Raya, terutama Bukit Tunggal, dan juga wilayah Karanggan yang banyak laporan karhutla, karena dekat Bandara Tjilik Riwut dan mendekati permukiman rumah masyarakat,” jelasnya.
Penanganan karhutla, lanjutnya, tidak hanya dilakukan dengan memadamkan api. Petugas juga membuat penyekatan di sekitar lokasi kebakaran ketika api mulai mendekati permukiman.
Penyekatan dilakukan untuk memperlambat laju api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke lingkungan warga.
“Lokasi karhutla sudah ada yang mendekati permukiman dan kami melakukan penyekatan supaya tidak merembet ke pemukiman,” pungkasnya. dte/fwa-red











