
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar warga di sejumlah desa yang berada di pelosok.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turun langsung menyalurkan bantuan paket pangan kepada masyarakat terdampak karhutla di tiga kabupaten, yakni Pulang Pisau, Kapuas, dan Barito Selatan.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik. Di Kabupaten Pulang Pisau, bantuan diberikan kepada warga Desa Sigi dan Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah. Sementara di Kabupaten Kapuas, bantuan diserahkan kepada masyarakat Desa Sei Gawing dan Desa Bukit Batu di Kecamatan Mantangai serta Desa Timpah, Kecamatan Timpah.

Bantuan juga menjangkau masyarakat Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penyaluran secara langsung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak karhutla tetap mendapat perhatian.
“Semua dibagikan kepada masyarakat yang terdampak. Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla,” kata Agustiar saat berada di Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, pemberian bantuan pangan ditujukan kepada masyarakat terdampak secara luas. Dengan demikian, bantuan tidak hanya diberikan kepada kelompok tertentu, tetapi diupayakan menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.
“Paket pangan ini menyasar semua kalangan. Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat yang terdampak, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat kota,” ujarnya.
Agustiar mengatakan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat terdampak karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas menjadi salah satu pertimbangan agar distribusi bantuan tidak berhenti di wilayah perkotaan.
“Perhatian pemerintah provinsi tidak hanya untuk masyarakat di perkotaan. Saudara-saudara kita yang berada di pelosok juga harus mendapatkan perhatian dan bantuan ketika mengalami dampak bencana,” katanya.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Selain bantuan pangan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk mengantisipasi meluasnya dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Pemerintah Provinsi Kalteng pun terus mendorong penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama, terutama di wilayah yang memiliki potensi terdampak. Bantuan kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk respons pemerintah terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.
Dengan penyaluran di sejumlah desa di tiga kabupaten tersebut, pemerintah provinsi berupaya memastikan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau tetap memperoleh bantuan dan perhatian. ldw/ded-red











