-
Hukrim

Remaja di Bartim Meninggal Sesak Napas, Dinkes Sebut Pasien Gagal Napas Akut

132
×

Remaja di Bartim Meninggal Sesak Napas, Dinkes Sebut Pasien Gagal Napas Akut

Sebarkan artikel ini
Tamiang layang, Bartim. Foto istimewa
-

TAMIANG LAYANG/TABENGAN.CO.ID – Seorang remaja berusia 17 tahun, Ronan Giovinco, warga Kelurahan Taniran, Kabupaten Barito Timur, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan mendapat penanganan medis di IGD RSUD Tamiang Layang, Minggu (20/9/2026) dini hari.

Ronan sempat mengalami batuk dan pilek sekitar satu minggu sebelum kondisinya memburuk. Keluhan tersebut kemudian disebut telah membaik.

Pada Jumat (18/9/2026), Ronan mulai mengalami demam dan merasa tidak enak badan. Saat itu, ia masih dapat beraktivitas seperti biasa dan tidak lagi mengeluhkan batuk maupun pilek.

Kondisinya mulai menurun pada Sabtu (19/9/2026). Ia mengeluhkan tubuh yang semakin lemas, namun belum sempat mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Memasuki Minggu sekitar pukul 02.00 WIB, Ronan mengalami sesak napas. Keluarga kemudian membawanya ke IGD RSUD Tamiang Layang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setelah mendapat penanganan, Ronan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.55 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur dr. Jimmi W.S. Hutagalung mengatakan, pasien meninggal akibat gagal napas. Berdasarkan diagnosis dokter RSUD Tamiang Layang, kondisi tersebut disebut sebagai Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau sindrom gangguan pernapasan akut.

“Meninggal karena gagal napas,” kata Jimmi saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2026).

Ia menjelaskan, ARDS merupakan kondisi gagal napas akut. Berdasarkan keterangan yang diterima Dinkes, pasien juga tidak memiliki riwayat asma maupun alergi.

“ARDS itu gagal napas akut. Pasien tidak ada riwayat alergi,” ujarnya.

Terkait kondisi udara yang saat ini dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jimmi mengatakan kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem pernapasan, khususnya pada orang yang sebelumnya telah mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

“Pasien batuk terlebih dahulu. Dengan adanya situasi kabut asap sekarang, bisa memengaruhi pernapasan pasien,” jelasnya.

Namun, Dinkes Barito Timur tidak menyatakan kabut asap sebagai penyebab langsung meninggalnya Ronan. Keterangan medis yang disampaikan menyebut penyebab kematian berupa gagal napas dengan diagnosis ARDS.

Jimmi mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan pada saluran pernapasan, terutama ketika kualitas udara sedang terganggu akibat kabut asap.

Keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, lemas berlebihan, maupun kesulitan bernapas perlu segera mendapat perhatian dan pemeriksaan medis.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat serta menggunakan pelindung pernapasan sesuai kebutuhan.

“Kami juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ronan. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Jimmi.pea/rca-red

-
-
-