SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Kekayaan kuliner khas Dayak Kalimantan terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui hadirnya rumah makan Dapoer Juragan Wadi di Sampit. Rumah makan pertama yang mengusung konsep kuliner khas Dayak ini menawarkan beragam menu tradisional yang mulai diminati masyarakat lokal maupun pendatang dari luar daerah.
Owner Dapoer Juragan Wadi, Yussie Kemikson Tarung, mengatakan, rumah makan tersebut berdiri sejak 5 Mei 2025. Hingga kini, usaha kuliner yang telah berjalan sekitar 1,5 tahun itu hampir setiap hari melayani pelanggan, baik siang maupun malam.
Menurut Yussie, Dapoer Juragan Wadi hadir berawal dari kecintaannya terhadap masakan tradisional. Ide membuka rumah makan juga mendapat dorongan dari keluarga dan sejumlah orang yang menginginkan agar masakan khas yang dibuatnya dapat dinikmati lebih banyak orang.
“Memang dari awal hobi memasak. Dari situ muncul ide untuk membuat rumah makan. Ada juga yang mendorong dan meminta agar dibuatkan rumah makan,” ujarnya Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, Dapoer Juragan Wadi berupaya menghadirkan menu yang mengangkat cita rasa lokal Dayak. Beberapa di antaranya adalah juhu humbut rotan muda, juhu tana , aneka ikan bakar sungai dan laut, ketuyung, telur ikan, serta sayur asam humbut rotan. Serta tentu menu utamanya masakan ikan wadi seperti wadi patin yang menjadi best seller di rumah makan tersebut.
Selain menu khas Dayak, rumah makan tersebut juga menyediakan sejumlah menu Nusantara seperti sop iga, ayam goreng, ayam bakar dan ikan rica-rica. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya dapat menikmati makanan tradisional Dayak, tetapi juga pilihan menu yang lebih umum.
Salah satu yang menjadi ciri khas Dapoer Juragan Wadi juga berada pada menu minuman. Dimana rumah makan ini menyediakan minuman setrup jadul yang merupakan buatannya sendiri. Konsep tersebut sengaja dipertahankan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus membawa pelanggan mengenal suasana kuliner masa lalu.
Yussie mengatakan, pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat lokal Sampit. Rumah makan tersebut juga dikunjungi pendatang atau tamu dari luar daerah yang ingin mencicipi makanan khas Dayak.
“Intinya kami ingin memperkenalkan makanan khas Dayak. Bukan hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga tamu yang datang dari luar daerah,” katanya.
Keberadaan Dapoer Juragan Wadi diharapkan dapat menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner tradisional Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi Yussie, kuliner tidak sekadar soal makanan, tetapi juga bagian dari budaya yang dapat diperkenalkan kepada generasi berikutnya dan masyarakat luas. Tertarik mencicipi makanan khas Dayak di Kota Sampit? segera kunjungi Dapoer Juragan Wadi di Jalan Tjilik Riwut Km 2 Sampit. ( May/jsi-red)











