-
Hukrim

GKE Bereaksi! Fitnah Keji Arisan Bodong dan Pinjol Serang Pdt Memey, Tokoh Gereja Desak Polisi Tangkap Pelaku

87
×

GKE Bereaksi! Fitnah Keji Arisan Bodong dan Pinjol Serang Pdt Memey, Tokoh Gereja Desak Polisi Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
Pendeta Rusmeyaty (Pdt Memey). foto istimewa
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keluarga besar Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) meradang. Aksi penyebaran fitnah keji dan ancaman melalui media sosial yang menyasar Pendeta Rusmeyaty (Pdt Memey) beserta anaknya kini menuai perlawanan keras. Tuduhan tak berdasar yang memviralkan sang pendeta sebagai komplotan pembawa kabur uang, arisan bodong, hingga pinjaman online (pinjol) dipastikan 100 persen adalah berita bohong (hoaks).

Kepada wartawan, Senin (2/11/2026), Pdt Memey secara tegas menyatakan bahwa dirinya dan sang anak yang tengah menempuh studi kuliah di Surabaya sama sekali tidak tahu-menahu dan tidak pernah terlibat dalam pusaran tersebut.

“Saya, Pdt Rusmeyaty atau sehari-hari dipanggil Pdt Memey adalah salah satu Pendeta GKE, yang saat ini merasa terpukul, terkejut dan sangat dirugikan akibat perbuatan oknum yang menyebarkan fitnah bahwa saya beserta anak saya yang kuliah di Surabaya merupakan komplotan melarikan uang, membawa arisan bodong, dan pinjol,” ujar Pdt Memey.

Dirinya menegaskan, tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan tuduhan tersebut. Sebelum viral, ia mengaku sempat mendapatkan pesan bernada intimidasi.

“Saya perlu jelaskan bahwa saya dan anak saya sama sekali tidak ada kaitannya dan tidak tahu menau dengan hal tersebut. Kami menerima WA dan ancaman, lalu kemudian beritanya diviralkan di IG, Tiktok dan media sosial lainnya. Sekali lagi saya sampaikan bahwa saya tidak pernah terlibat apalagi melakukan hal tersebut di atas. Ini penting untuk diketahui oleh masyarakat semua,” tegasnya.

Menyikapi fitnah yang menyasar Pendeta Memey, Ir. Sipet Hermanto, M.Si, selaku Ketua Majelis Sinode GKE Wilayah Pelayanan Provinsi Kalimantan Tengah, mengecam keras aksi yang tidak bertanggung jawab tersebut. Menurutnya, serangan digital ini sudah merusak ketenteraman jemaat.

“Secara pribadi saya mengecam fitnah yang disebarkan di media sosial oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap Pendeta Memey. Karena saya meyakini 100 persen itu adalah fitnah yang sangat merusak kehidupan bergereja di lingkungan kami,” ujar Sipet Hermanto.

Sipet menambahkan, dirinya mengetahui persis rekam jejak dan keseharian Pdt Memey yang dikenal bersahaja. Pihaknya pun meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Saya mengetahui secara persis bagaimana kehidupan Pendeta Memey yang orangnya sederhana dan lurus-lurus saja, sehingga tidak mungkin terlibat dalam pinjol. Saya menegaskan agar siapa pun yang terlibat dalam penyebaran fitnah itu untuk menghentikan aksi jahatnya, karena apa yang dilakukannya sangat merusak nama baik GKE secara umum, seraya meminta aparat hukum menindak tegas para pelaku,” cetus Sipet.

Nada kecaman yang sama disuarakan oleh Evangelis Sadagori Henoch Binti, S.I.Kom. Penginjil GKE yang juga merupakan jurnalis senior di Kalimantan Tengah ini menilai, taktik memviralkan narasi palsu untuk menjatuhkan seorang hamba Tuhan adalah mentalitas pecundang.

“Penyebaran informasi bohong melalui media sosial yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap Pendeta Memey dan anaknya, merupakan tindakan pengecut yang saya yakini tidak akan dipercaya oleh masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Ririen Binti ini.

Ririen menyatakan, masyarakat dan warga jemaat tidak akan mudah terprovokasi karena sudah mengenal integritas korban. Ia pun memberi peringatan keras kepada oknum penyebar hoaks tersebut.

“Kami warga GKE dan masyarakat yang mengenal beliau, sangat mengetahui bagaimana kehidupan sang pendeta, yang tidak aneh-aneh dan fokus dalam tugas pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Agar para pelaku menghentikan aksi jahatnya, karena di balik lemahnya seorang pendeta perempuan, ada tangan kuat yang selalu menyertai dan melindungi, yakni Tuhan Yesus, yang tidak diam ketika hamba-Nya terus diserang tanpa dasar,” pungkasnya. rls/red

 

 

-
-
-