-
DPRD PALANGKA RAYA

Operasi Pasar Penting Lindungi Daya Beli Masyarakat

71
×

Operasi Pasar Penting Lindungi Daya Beli Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Khemal Nasery. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya berdampak pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghambat keberlangsungan usaha kecil. Di tengah kondisi tersebut, menjaga kestabilan harga menjadi pekerjaan penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak semakin terbebani.

Berdasarkan data Portal PPID BPS Kota Palangka Raya, inflasi year-on-year (y-o-y) pada September 2026 tercatat sebesar 4,73 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,83.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Khemal Nasery, menilai kenaikan harga bahan pokok perlu mendapat perhatian serius. Sebab, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama mereka yang memiliki pendapatan tetap, sementara kebutuhan pengeluaran sehari-hari terus meningkat.

Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi dan modal usaha semakin besar. Di sisi lain, kemampuan konsumen untuk berbelanja cenderung terbatas sehingga pelaku usaha harus berhati-hati dalam menentukan harga jual.

“Ketika harga bahan baku naik, pelaku UMKM dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Jika harga jual dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pelanggan. Namun, jika harga tetap dipertahankan, margin keuntungan semakin tipis,” katanya, Senin (2/11/2026).

Melihat kondisi tersebut, ia mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kenaikan harga sekaligus menjaga kemampuan belanja masyarakat. Salah satu upaya yang dinilai perlu terus dilakukan adalah menggelar operasi pasar dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya, operasi pasar dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasokan dan jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan harga.

Khemal juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah bersama instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga. Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha dinilai penting untuk memastikan ketersediaan barang serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di pasaran.

Selain pengendalian harga, ia mengingatkan agar perhatian terhadap keberlangsungan UMKM tidak diabaikan. Dukungan kepada pelaku usaha kecil perlu diperkuat supaya mereka tetap mampu menjalankan aktivitas usahanya meskipun menghadapi peningkatan biaya produksi.

Ia berharap, berbagai langkah pengendalian inflasi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjaga kestabilan harga di pasaran, tetapi juga memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan usaha kecil mampu bertahan.

“Harapannya, stabilitas harga dapat terjaga, daya beli masyarakat tetap terlindungi, dan UMKM tetap bisa menjalankan usahanya meskipun menghadapi kenaikan biaya produksi,” pungkasnya. nws/fwa-red

 

-
-
-