Camat Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Siyono
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Camat Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Siyono mengatakan, hingga saat ini di Kecamatan Parenggean masih ada sebanyak 5 desa dan satu Kelurahan yang terendam banjir.
Meski demikian, menurutnya, bantuan untuk sembako warga setempat terus berdatangan baik dari Pemerintah Daerah, Perusahaan sekitar dan juga bantuan dari warga-warga sekitar lokasi.
“Kita bersyukur semuanya dapat segera cepat memberikan bantuan kepada warga kami semua bahu membahu menolong,” ujarnya, Selasa (20/9/2022).
Menurut Siyono, banjir yang terjadi kali ini tergolong cukup besar. Hampir 11 hari warga di Kecamatan Parenggean, menurutnya, harus terendam banjir. Tak hanya merendam rumah warga, air banjir juga menyebabkan sejumlah jalan putus tak bisa dilewati.
“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ini yang paling besar ini karena hujan curah hujan hampir terjadi setiap hari,” ucapnya.
Untuk kondisi kesehatan para korban banjir, menurutnya, masih terpantau oleh pihak petugas kesehatan. Sejauh ini belum ada warga yang mengeluhkan terserang penyakit berat. Namun para korban terdampak banjir hanya mengeluhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal dikarenakan kulit yang terendam air banjir.
“Kalau diare kita belum terima laporan. Kalau petugas kesehatan kita standby semua. Lurah maupun Kepala Desa lapor ke saya jika ada kendala ada warga yang sakit akan kita datangi bahkan jika lokasinya tidak bisa dijangkau kita pakai perahu,” jelasnya.
Dirinya berharap bencana banjir di wilayahnya itu dapag segera berakhir dan air bisa lekas surut. Supaya warga setempat dapat beraktivitas normal kembali seperti biasanya. (C-May)











