PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Musibah dialami sejumlah tenaga pengajar di TK, SDN dan SMP Kanarakan usai perahu yang ditumpangi karam, Kamis (16/11). Kecelakaan air itu terjadi di dekat Kelurahan Kanarakan, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Vina, salah satu guru mengatakan, musibah berawal ketika perahu yang dikemudikan guru lainnya berupaya menghindari sebuah kayu. Nahas, ketika menghindari, perahu justru menabrak pohon yang posisinya menjulang di tengah sungai. Akibat menabrak pohon, air langsung menyeret perahu dan menyebabkan karam.
“Saat itu yang ada di perahu ada delapan orang dewasa, satu anak dan satu remaja. Semuanya selamat,” tuturnya.
Insiden tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani melalui Sekretaris Aprae Vico Ranan menyampaikan, laporan terkait karamnya perahu yang membawa staf pengajar tersebut sudah diterima.
Namun untuk saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kota akan melakukan pengecekan lebih lanjut dengan mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SD Kanarakan.
“Sudah ada laporan terkait perahu yang karam, namun kita belum menerima laporan secara lengkap terkait kejadian itu, seperti penyebab karamnya karena apa. Untuk laporan sementara yang kita terima itu, kalau tidak salah, disebabkan karena muatan yang belebih,” terang Vico, ketika dikonfirmasi via telepon, Minggu (19/11)
Dalam penjelasannya, berdasarkan informasi yang diterima saat ini, terdapat staf pengajar SD yang ikut dalam satu perahu bersama guru SMP, sehingga kapasitas perahu menjadi berlebihan. Jika memang kekurangan armada adalah penyebabnya, maka Disdik akan berusaha untuk menambah armada.
Pada hari ini, Senin (20/11), pihak Disdik Kota Palangka Raya akan turun langsung untuk melakukan pengecekan terkait penyebab karamnya perahu tersebut.
“Menurut informasi ada guru SD yang juga ikut dalam perahu SMP, jadi muatannya berlebih. Rencana Senin ini akan ada tim kita yang bakal mengecek penyebabnya karam itu karena apa. Jika memang kekurangan armada, kita upayakan untuk penambahan. Kemudian, dari informasi yang kita terima terkait peralatan seperti laptop itu tidak ada yang rusak, hanya basah saja,” pungkasnya. fwa/rba





