PEMPROV KALTENG

GEMERLAP HUMA BETANG NIGHT-Gubernur Agustiar Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Budaya

9
×

GEMERLAP HUMA BETANG NIGHT-Gubernur Agustiar Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
GEMERLAP HUMA BETANG NIGHT-Gubernur Agustiar Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Budaya
SEMARAK- Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung hadir dan menyapa langsung masyarakat dalam kegiatan Car Free Night Huma Betang Night di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu (28/6) malam. FOTO TABENGAN/LIDIA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Suasana malam akhir pekan di Bundaran Besar Palangka Raya tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga Kota Cantik memadati kawasan pusat kota itu untuk menikmati gelaran Car Free Night Huma Betang Night, Sabtu (28/6).

Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan manifestasi nyata dari semangat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, sekaligus sarat makna budaya.

Dibalut tema ‘Melestarikan Kearifan Lokal dengan Spirit Huma Betang dalam Bingkai NKRI’, acara ini berhasil menyatukan semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan geliat ekonomi kerakyatan dalam satu panggung besar terbuka.

“Car Free Night atau Huma Betang Night ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menyediakan ruang publik yang tak hanya aman dan nyaman, tetapi juga menjadi wadah ekspresi seni dan budaya, serta tempat mendorong kreativitas masyarakat,” ujar Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, dalam sambutannya.

Gubernur Agustiar juga menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan di kawasan Bundaran Besar.

“Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, selamat menikmati seluruh hiburan di acara Car Free Night Huma Betang ketiga malam ini. Mari kita jaga kebersamaan, ketertiban, dan kelestarian budaya kita,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S Ampung dalam laporannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang memberi nilai tambah bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah demi mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Leonard.

Ia juga mengatakan, kawasan Bundaran Besar ke depannya diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM, sehingga bisa berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan Car Free Night Huma Betang Night malam itu dimeriahkan oleh penampilan para seniman Kalteng seperti Okpra, Pauza L Agan, Risna L Agan, serta Lawang Sekepeng dari DAD Provinsi Kalteng, dan band lokal Delta Band yang turut menghibur masyarakat dengan nuansa budaya Dayak yang kental.

Hadir mendampingi Gubernur antara lain Plt Sekda Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretariat Daerah, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng.

Acara yang digelar rutin setiap malam Minggu ini kini menjadi ikon baru bagi warga Palangka Raya, terutama anak muda yang ingin mengisi malam mereka dengan aktivitas positif. Tak hanya pertunjukan seni dan budaya, kegiatan ini juga menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata: air mancur yang menari dengan gemerlap lampu warna-warni, serta kemegahan Menara Bundaran Besar yang bersinar terang di bawah langit malam.

“Saya senang sekali bisa bawa anak-anak ke sini. Mereka bisa nonton pertunjukan tari Dayak, makan jajanan khas, dan melihat air mancur. Ini tempat yang pas untuk bersantai bersama keluarga,” kata Yuliana, salah satu pengunjung yang datang bersama suami dan dua anaknya.

Yang juga tak kalah menarik, keberadaan para pelaku UMKM yang berjejer di sepanjang jalan sekitar bundaran. Dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk fashion semua tampil meriah dan menarik perhatian pengunjung.

Car Free Night ini tak hanya memperkaya kegiatan masyarakat kota, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan cinta budaya lokal di era modern. Berbagai komunitas seni, pemuda kreatif, dan kelompok masyarakat turut terlibat dalam setiap sesi pertunjukan dan bazar.

Melalui Huma Betang Night, semangat kebersamaan yang menjadi filosofi rumah panjang suku Dayak diangkat sebagai simbol perekat antara keberagaman etnis, budaya, dan agama di Kalteng. Ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak berlebihan jika kegiatan ini disebut sebagai panggung rakyat yang menyatukan suara-suara dari berbagai sudut kehidupan masyarakat dari pelaku seni hingga pedagang kecil, dari orang tua hingga anak-anak muda.

Dengan semakin besarnya animo masyarakat, diharapkan Car Free Night Huma Betang Night akan terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda budaya yang membanggakan, tidak hanya untuk Kalteng, tetapi juga untuk Indonesia. ldw/rmp