PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S Ampung menegaskan, pengendalian inflasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Penyusunan Pelaporan Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan TPID kabupaten/kota, unsur pemerintah daerah, serta Bank Indonesia.

“Pengendalian inflasi memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik, TPID memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan stabilitas harga, terutama komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Leonard, di Palangka Raya, Rabu (3/2).
Ia menambahkan, tantangan pengendalian inflasi ke depan akan semakin dinamis dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antar TPID di seluruh wilayah Kalimantan Tengah agar strategi pengendalian inflasi yang dirumuskan mampu bersifat responsif dan adaptif terhadap perubahan.
“Dengan keberadaan TPID sebagai garda terdepan, kita diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Di Kalimantan Tengah, sektor pangan, transportasi, dan energi menjadi sektor utama yang membutuhkan perhatian dan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Leonard juga menekankan bahwa penyusunan laporan kinerja TPID bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk evaluasi dan perbaikan kebijakan pengendalian inflasi agar lebih tepat sasaran.
“Laporan kinerja TPID harus mampu menjadi cerminan kinerja nyata di lapangan, sekaligus dasar evaluasi dan perencanaan kebijakan ke depan,” jelasnya.
Menurut Leonard, kegiatan sosialisasi dan asistensi ini memiliki nilai strategis karena bertujuan meningkatkan kualitas penyusunan laporan kinerja TPID agar lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan pedoman nasional. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemerintah pusat dalam mendukung target pengendalian inflasi nasional.
“Kegiatan ini juga memastikan evaluasi dan perencanaan ke depan menjadi lebih efektif melalui pengumpulan data yang akurat dan analisis yang komprehensif, serta mendorong terus berkembangnya inovasi lokal, khususnya di sektor pangan, transportasi, dan energi,” katanya.

Lebih lanjut, Leonard mengingatkan pentingnya keberlanjutan upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada tahun 2026. Upaya tersebut meliputi pelaksanaan operasi pasar dan pasar penyeimbang secara berkala dan intensif, peningkatan pasokan pangan melalui peningkatan produktivitas internal, serta perluasan kerja sama antar daerah dengan wilayah surplus.
“Upaya-upaya ini perlu terus kita tingkatkan dan perluas agar sasaran inflasi Kalimantan Tengah tahun 2026 dapat tercapai sesuai target,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan TPID tidak hanya diukur dari capaian angka inflasi yang stabil, tetapi juga dari dampak nyata kebijakan pengendalian inflasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan TPID tidak hanya dilihat dari angka, tetapi dari bagaimana langkah-langkah pengendalian inflasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” tegas Leonard.
Mengakhiri sambutannya, Leonard menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah atas inisiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut, serta kepada para narasumber yang telah memberikan bimbingan dan penguatan kapasitas bagi anggota TPID.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh anggota TPID semakin memperkuat pemahaman, meningkatkan kapasitas, serta mempererat sinergi dan koordinasi lintas sektor, sehingga pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. ldw





