Spirit Kalteng

Teras: Kalteng Kaya Sumber Biodiesel Harus Dimanfaatkan

62
×

Teras: Kalteng Kaya Sumber Biodiesel Harus Dimanfaatkan

Sebarkan artikel ini
Teras: Kalteng Kaya Sumber Biodiesel Harus Dimanfaatkan
‎Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komite I DPD RI Dapil Kaimantan Tengah Agustin Teras Narang mengungkapkan, Kalteng memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, termasuk sawit dengan luasan lahan yang mencapai 2,16 juta hektare menurut data Badan Pusat Statistik.

Pada kondisi “perang energi” hari ini dan masa depan, kata Teras, sawit telah menjadi komoditas yang sangat strategis. Untuk itu para pimpinan daerah dan tenaga-tenaga ahli dalam jajarannya, mesti juga perlu bekerja dengan desain kebijakan yang strategis.

‎‎”Saya berharap, para pemimpin daerah bersama seluruh elemen masyarakat lainnya, dapat berkolaborasi menyusun agenda bersama untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari perkembangan sawit untuk kepentingan rakyat serta pembangunan daerah Kalteng,” ujar Teras dalam pernyataan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Pertemuan berkala baik untuk merumuskan arah kebijakan strategis hingga kerja teknis, termasuk kerja-kerja politik perlu diintensifkan. Terutama agar kita menemukan usulan kebijakan yang adil serta berimbang kepada pemerintah pusat, dan mendapat bagian penting untuk rakyat di daerah.

‎‎Situasi perang di belahan bumi lain yang berdampak atas komoditas energi dan ekonomi kita, hari ini makin menguatkan keyakinan Teras bahwa Kalteng mesti lekas berbenah dan segera mengambil langkah strategis untuk masa depannya.

Teras mengingatkan, kita tak bisa hanya berpangku tangan tanpa usaha kolaborasi yang berkelanjutan, meraih manfaat sebesar-besarnya dari kekayaan sumber daya alam kita sendiri, untuk masyarakat kita sendiri.

‎‎Arah pemerintah yang terus mengembangkan biodiesel, termasuk dari sawit adalah arah strategis yang tak boleh dibiarkan tanpa pengawalan untuk manfaat daerah penghasil secara berimbang. Kita juga tak dapat mengabaikan aspek penting tanggung jawab perusahaan pada masyarakat, termasuk soal kebijakan plasma yang telah lama menjadi dilema. Padahal tujuan awalnya plasma, merupakan kebijakan yang mendorong keadilan distributif yang substantif bagi masyarakat di sekitar area perkebunan besar, yang keberadaannya ditopang oleh izin negara.

‎”‎Jadi saya harap, para pimpinan daerah lekas membangun kolaborasi besar dan berkelanjutan untuk agenda mendapat manfaat terbesar dari kekayaan sumber daya alam daerah Kalteng, dan elemen masyarakat diturutsertakan untuk mendukung pemerintah daerah,” harap mantan Gubernur Kalteng dua periode.

Selain itu, imbuh Teras, membangun koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas juga dengan provinsi lain yang memiliki perkebunan sawit strategis, dimulai dengan forum Gubernur se-Kalimantan yang dulu pernah kami inisiasi dalam agenda yang berbeda dengan tujuan yang sama bagi rakyat Kalimantan. Termasuk keterlibatan penting kalangan peneliti, aktivis, hingga akademisi yang mampu merumuskan pemetaan masalah hingga usulan kebijakan yang lebih baik bagi daerah, seturut mandat konstitusi serta aturan hukum yang ada.

“‎‎Bersama, kita kawal tata kelola sumber daya alam Kalteng yang lebih baik dan berdaya guna sebesar-besarnya untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan kemanfaatan bagi rakyat.  ‎Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya. hil/red