Spirit Kalteng

IPEMI Kobar Bertemu Menteri P2MI, Jalin Kerja Sama Penyaluran Tenaga Kerja 

60
×

IPEMI Kobar Bertemu Menteri P2MI, Jalin Kerja Sama Penyaluran Tenaga Kerja 

Sebarkan artikel ini
IPEMI Kobar Bertemu Menteri P2MI, Jalin Kerja Sama Penyaluran Tenaga Kerja 
IPEMI Kobar saat bertemu dengan Menteri P2MI, FOTO HUMAS  IPEMI Kobar

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Kotawaringin Barat, usai menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 8 , berkesempatan melakukan  kunjungan kerja ke kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dalam pertemuan tersebut rombongan IPEMI Kobar diterima oleh Menteri P2MI Drs.Mukhtarudin, Kamis (23/4/2026).

Ketua IPEMI Kobar Hj.Ritawati menyampaikan dalam pertemuan dengan Menteri P2MI tersebut  diharapkan IPEMI Kobar menjadi bagian dalam pengurangan angka pengangguran terbuka diwilayah Kobar, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon Pekerja yang akan mengadu nasib bekerja ke luar negeri.

“Alhamdulillah kami melakukan pertemuan dengan pak Menteri P2MI,  dalam pertemuan tersebut, pak Mukhtarudin berharap agar IPEMI Kobar membuka usaha penyaluran ketenaga kerja ke luar negeri, dimana terlebih dahulu para calon tenaga kerja diberikan pelatihan dan ketrampilan sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan di luar negeri,” ujar Hj Ritawati.

Lanjutnya, dengan adanya ketrampilan yang telah diterima oleh calon Pekerja, maka tenaga kerja yang diberangkatkan merupakan tenaga kerja yang telah siap dan sehingga Pekerja Migran asal Kobar tidak menemukan kendala.

“Pada prinsipnya kami sangat merespon baik apa yang diharapkan oleh pak Menteri P2MI,  dimana keberadaan IPEMI Kobar pun dapat memberikan kontribusi dalam pengurangan angka pengangguran, insya allah kami akan laksanakan kerja sama ini, hal ini pun bagian dari visi misi IPEMI dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Ritawati.

Hj Ritawati menyampaikan juga ,bahwa IPEMI Kobar mengikuti Rakernas ke 8 di Jakarta yang dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 April 2026, dan dalam.Rakernas tersebut telah menghasilkan enam Rekomendasi penting untuk Peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Rakernas IPEMI ke 8 menjadi ajang konsolidasi serta penguatan ekonomi bagi perempuan, sehingga kegiatan tersebut sangat penting demi kemajuan perekonomian masyarakat Kobar,” ujar Hj Ritawati.

 

Hj Ritawati menyampaikan pada acara pembukaan Rakernas dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, dimana dalam Rakernas tersebut, Menteri Koperasi menyampaikan perihal keberadaan IPEMI diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis UMKM, sebab IPEMI memiliki potensi besar untuk mengisi produk unggulan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Hj Ritawati pun menyampaikan juga dalam Rakernas ke-8 yang di hadiri ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil,  telah menghasilkan enam Rekomendasi untuk diimplementasikan oleh masing-masing daerah.

” Rekomendasi Rakernas IPEMI ke 8 di antaranya adalah perihal pembiayaan inklusif, dimana IPEMI mendesak pemerintah menghadirkan skema kredit UMKM perempuan yang inklusif dan adaptif, dan juga membentuk women entrepreneur fund yang bersumber dari APBD, APBN,BUMN dan melalui CSR,” ujar Hj Ritawati, Kamis (23/4/2026).

Selain itu, lanjut Ritawati, rekomendasi IPEMI lainnya yakni perihal pendekatan berbasis kepercayaan, dimaba skema pembiayaan diharapkan tidak lagi bertumpu pada persyaratan agunan formal, melainkan menggunakan pendekatan kelompok usaha.

“Banyaknya UMKM saat ini yang ingin mengembangkan usahanya terbentur permodalan dan untuk mengajukan pinjaman ke bank ternyata persyaratannya sangat sulit , hal ini menjadi pembahasan dalam Rakernas,” ujar Ritawati.

Dan juga, lanjutnya, Rekomendasi lainnya mengenai optimalisasi peran UMKM perempuan yang mencakup penguatan peran perempuan pengusaha muslimah dalam transformasi UMKM dan koperasi untuk kesejahteraan ekonomi umat, hal tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi dan inovasi.

“Secara keseluruhan ada enam Rekomendasi penting dari Rakernas IPEMI ke 8  dimana Rekomendasi tersebut untuk memperkuat posisi UMKM perempuan dalam ekosistem ekonomi nasional, untuk itu kami pun akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya percepatan kesejahteraan masyarakat Kobar,” beber Hj Ritawati.  Yulia/jsi-red