Spirit Kalteng

Peringati Hari Kartini, BPBD Kotim Sosialisasikan Kebencanaan Sambil Berbagi Sayur

68
×

Peringati Hari Kartini, BPBD Kotim Sosialisasikan Kebencanaan Sambil Berbagi Sayur

Sebarkan artikel ini
Peringati Hari Kartini, BPBD Kotim Sosialisasikan Kebencanaan Sambil Berbagi Sayur
HARI KARTINI-Ketua DWP BPBD Kotim Rina ketika membagikan sayuran segar kepada pengguna jalan FOTO HUMAS BPBD KOTIM

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan sosial bertajuk sosialisasi kebencanaan dengan semangat #perempuantangguh, Selasa (21/4).

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan A. I. S. Nasution Sampit ini diisi dengan aksi berbagi sayur segar kepada para ibu-ibu yang melintas. Selain itu, BPBD juga membagikan leaflet dan brosur berisi edukasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.

Kepala BPBD Kotim, Multazam , menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam, terutama di tengah kondisi ancaman bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan peran penting perempuan yang tangguh, termasuk dalam upaya penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai bentuk dukungan terhadap program Informasi, Komunikasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan.

Ketua DWP BPBD Kotim, Ir. Rina Poerwinarjani, turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Rina dengan berbusana kebaya bersama DWP BPBD Kotim turun langsung membagikan sejumlah sayuran segar kepada pengguna jalan. Ia juga bahkan memastikan sayuran yang dibagikan berasal langsung dari petani lokal di Jalan Teratai, sebagai bentuk dukungan terhadap produk pertanian setempat.

Melalui kegiatan ini, lanjut Multazam BPBD Kotim berharap masyarakat, khususnya kaum perempuan, semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. may/jsi-red