PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan, meskipun terjadi penyesuaian atau efisiensi anggaran daerah, program-program prioritas, terutama di bidang pendidikan, akan tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam kurun waktu 8 bulan 15 hari terakhir, Gubernur bersama Wakil Gubernur H Edy Pratowo melakukan penataan terhadap penggunaan anggaran daerah, termasuk Dana Transfer ke Daerah (TKD). Dari semula sebesar Rp10,3 triliun, anggaran mengalami pengurangan menjadi Rp8,3 triliun.
“Semua ini ada hikmahnya. Tekad kami untuk mengantisipasi hal ini kami sampaikan kepada kepala dinas. Kiranya efisiensi anggaran ini, termasuk perjalanan dinas dan berbagai kegiatan lainnya, dapat dilakukan dengan baik. Satuan pendidikan menjadi prioritas kami,” ujar Gubernur.
Agustiar menegaskan, meski anggaran mengalami penyesuaian, arah pembangunan di bidang pendidikan tetap menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Ia menyebut, sektor pendidikan merupakan kunci dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Salah satu program unggulan Pemprov Kalteng yang terus dijalankan adalah “Satu Rumah Satu Sarjana”, sebuah inisiatif yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dan kebodohan melalui pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kami berharap UIN Palangka Raya akan menjadi pilar penting dalam menciptakan generasi muda Kalteng yang cerdas, kuat, unggul, dan berkarakter baik,” ungkap Agustiar.
Menurutnya, karakter unggul tidak hanya diukur dari kecerdasan akademis, melainkan juga dari adab dan moralitas yang baik.
“Generasi yang memiliki adab mulia akan mampu membawa kemajuan dan keberkahan bagi Kalteng dan Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan pesan khusus kepada para mahasiswa dan mahasiswi agar senantiasa menjaga nilai-nilai moral dan menghormati orang tua serta para pendidik.
“Jagalah orang tua, hormati rektor dan dosen, jauhi narkoba, hindari pergaulan negatif, dan cintai lingkungan pergaulan yang baik karena itu akan sangat memengaruhi masa depan,” pesannya.
Agustiar menekankan, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan oleh kondisi fiskal. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas dengan efisien dan penuh tanggung jawab.
“Pendidikan adalah tonggak utama pembangunan. Kita ingin generasi muda Kalteng menjadi insan berkompeten, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya. ldw




