NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID– Ribuan umat Kristiani di Kabupaten Lamandau menghadiri acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tahun 2025 yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Lantang Torang, Selasa (2/12) sore.
Kegiatan tersebut resmi dibuka langsung oleh Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, dan juga dihadiri Pastor David Herson serta tim dari Jakarta sebagai pembicara dalam ibadah KKR 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Rizky Aditya menyampaikan bahwa kehadiran semua unsur pada KKR merupakan bukti nyata dari indahnya kebersamaan dan kuatnya jalinan toleransi di Bumi Bahaum Bakuba.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya KKR ini. Kegiatan rohani seperti ini memiliki peran yang amat strategis, tidak hanya untuk memperteguh iman dan spiritualitas umat, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, baik intern umat Kristiani maupun antarumat beragama,” ungkapnya.
Menurut Bupati, penyelenggaraan KKR ini merupakan wujud nyata pembangunan iman bagi umat Kristiani di Kabupaten Lamandau.
“Kegiatan ini juga secara langsung mendukung dan selaras dengan visi dan misi Kabupaten Lamandau tahun 2025-2039, yaitu pada misi 5: meningkatkan kehidupan masyarakat yang agamis, toleran, Harmonis, saling menghormati dan berbudaya,” ujarnya.
Tema dalam KKR tahun ini “Dipanggil untuk Menjadi Jalan bagi Kedatangan Tuhan”, dan sub tema “Dari Hati yang Bertobat dan Keluarga yang Dipulihkan, Kita Membangun Lamandau sebagai Jalan Damai bagi Kedatangan Tuhan”.
“Bagi saya, tema dan sub tema ini mengandung pesan universal yang luar biasa. Pertama, pesan tentang hati yang bertobat. Dalam ajaran agama apapun, termasuk agama Islam yang saya anut, pertobatan atau introspeksi diri (muhasabah) adalah langkah awal dari segala perbaikan,” terangnya.
Kemudian yang kedua, lebih jauh dikatakan Bupati Rizky, peran tentang keluarga yang dipulihkan. Semua sepakat bahwa keluarga adalah unit terkecil sekaligus pilar terpenting dalam masyarakat.
“Keluarga yang kokoh, harmonis, dan dipulihkan dari segala konflik adalah modal dasar untuk membangun masyarakat yang kuat. Dari keluargalah nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, dan integritas ditanamkan,” tandasnya. c-kar





