KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfosantika) Kabupaten Kapuas, Ansari, mendampingi rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas dalam kunjungan kerja ke PWI Provinsi Bali.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarorganisasi pers serta menggali potensi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
Menurut Ansari, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk bertukar informasi dan pengalaman mengenai strategi pemberdayaan UMKM yang telah berhasil diterapkan di Bali.
“Bersama PWI Kabupaten Kapuas, kami ingin mendorong kemajuan dan pemberdayaan sektor UMKM di daerah kami. Mengingat di Provinsi Bali, banyak sektor UMKM yang berkembang pesat dan mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” jelas Ansari, Jumat (7/11).
Ia menambahkan, dari hasil diskusi tersebut, pihaknya memperoleh banyak wawasan mengenai bagaimana pemerintah daerah di Bali memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM, mulai dari pelatihan, promosi digital, hingga fasilitas pemasaran terpadu.
“Kami berharap pengalaman positif dari Bali ini dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Kapuas dalam memperkuat sektor UMKM lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Ansari dengan penuh optimisme.
Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM di Bali, Kirtania, saat dikonfirmasi oleh wartawan Tabengan, menyampaikan, pihaknya menawarkan berbagai hasil kerajinan khas Bali, salah satunya Wayang Kamasan dengan beragam jenis produk. Wayang Kamasan ini merupakan salah satu ciri khas budaya Bali yang telah ada sejak zaman dahulu, bahkan sejak masa Kerajaan Majapahit.
“ Hingga kini, kami terus berupaya melestarikan warisan budaya ini dengan mengembangkan berbagai produk turunan yang menarik bagi pembeli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa produk hasil pengembangan dari motif Wayang Kamasan antara lain kaos, tas, perlengkapan upacara adat Bali, serta tambar, kain khas Bali yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Pemprov Bali juga mewajibkan penggunaan tambar sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.c-hr





