MALAPOR-Gerakan Dayak Anti Narkoba ( GDAN ) membuat laporan ke Subdit Siber Polda Kalteng, Senin (10/11-2025) FOTO ISTIMEWA
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Menyikapi dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik yang diduga dilakukan oleh akun tiktok kaltengkerassekali, Gerakan Dayak Anti Narkoba ( GDAN ) membuat laporan ke Subdit Siber Polda Kalteng, Senin ( 10/11-2025 )
Kepada Wartawan, Senin Sore, Ari Yunus Hendrawan, selaku Sekretaris Jenderal GDAN mengatakan, narasi dalam akun tiktok kaltengkeras sekali, dinilai menyudutkan GDAN dan melecehkan Gerakan Dayak Anti Narkoba yang bersepakat untuk memerangi narkoba.
“ Narasi di akun tiktok Kaltengkerassekali diduga menyulut ujaran kebencian dan mencoreng martabat komunitas adat Dayak, serta Gerakan Masyarakat anti narkoba “ tegas Ari
Pernyataan keras juga dilontarkan oleh Andreas Junaedy, yang dinarasikan oleh akun tiktok kaltengkerassekali sebagai sosok kontroversial, yang tindakannya mencederai nilai-nilai luhur Masyarakat Dayak.
“ Saya keberatan nama saya dinarasikan sebagai sosok yang kontroversial dan mencederai nilai-nilai luhur masyarakat Dayak, yang menjunjung tinggi adat, hukum dan kearifan lokal “ ujar Andreas.
Menutup pernyataannya, Andreas, meminta aparat Kepolisian menyelidiki siapa pemilik akun tiktok kaltengkerassekali, serta melakukan proses hukum terhadap terduga pelaku sesuai dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik
Sementara itu, Ketua Umum GDAN, Sadagori Henoch Binti, yang akrab disapa Bang Ririen Binti, menegaskan, dibentuknya GDAN tidak ada kaitan sama sekali dengan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Karena berdirinya GDAN, berawal dari kesepakatan para tokoh Dayak dari berbagai profesi yang sedih melihat semakin maraknya peredaran narkoba di Bumi Tambun Bungai ini.
“ Kami sedih melihat peredaran narkoba sudah merusak semua sendi kehidupan orang Dayak, karena itu kami bersepakat untuk mendirikan GDAN untuk memerangi narkoba. GDAN jangan dikait-kaitkan dengan politik, karena ini murni perjuangan Masyarakat Dayak memerangi narkoba “ tegas Ririen Binti. ist





