MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID– Nasib nahas menimpa Alfian (40), petani asal Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara. Ia menjadi satu-satunya korban selamat dalam peristiwa pembantaian keji yang menewaskan lima orang sekeluarga. Namun, nyawanya masih terancam. Alfian harus menjalani operasi malam ini juga.
Rencana operasi dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB di RSUD Muara Teweh. Penyebabnya, paru-paru pria tersebut terluka akibat tusukan senjata tajam.
“Dioperasi jam 20.00 WIB, karena paru-parunya kena. Saya tahu suami saya diserang orang sekitar jam 22.00 WIB tadi malam,” ujar Mila, istri korban, dengan mata sembab di RSUD Muara Teweh, Senin (20/4/2026) sore.
Mila menceritakan, ia mendapat kabar dari mertua bahwa suaminya diserang di lokasi kejadian. Alfian sempat dilarikan ke Puskesmas Benangin sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Muara Teweh dalam kondisi kritis.
“Ada dua luka bacok di tubuh suami saya. Saya di kampung saat kejadian, langsung kaget setengah mati,” tambahnya.
Sebelumnya, peristiwa berdarah terjadi di perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Timur, tepatnya di lokasi Timber Dana, Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Satu keluarga yang terdiri dari enam orang warga Desa Benangin II dibantai oleh terduga pelaku berinisial M beserta dua orang lainnya. Akibatnya, lima orang meninggal dunia. Mereka adalah:
· Cuah (55), petani
· Hasna (40), ibu rumah tangga
· Tasya Haulina (17), pelajar
· David (3), balita
· Ono (50), ibu rumah tangga
Kelima korban meninggal merupakan satu keluarga. Sementara Alfian, yang juga bagian dari keluarga tersebut, kini berjuang hidup di meja operasi.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih setia menunggu di depan ruang operasi RSUD Muara Teweh. Polisi terus memburu para pelaku. old
Korban Kritis Akibat Pembantaian di Perbatasan Kaltim-Kalteng Harus Dioperasi, Paru-parunya Luka





