SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tjilik Riwut, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (14/12). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pengemudi meninggal dunia.
Hingga kini, Polres Kotim melalui Satuan Lalu Lintas masih mendalami penyebab kecelakaan. Sejumlah langkah penyelidikan terus dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, hingga pemeriksaan barang bukti.
Kasatlantas Polres Kotim AKP Hariyanto, mengatakan penanganan kecelakaan tersebut dilakukan oleh Tim Gakkum Satlantas yang dipimpin Kanit Gakkum Ipda Fadli Rahman bersama personel lainnya.
“Petugas masih melakukan olah TKP dan pendalaman terhadap keterangan saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara akurat,” ujarnya.
Berdasarkan data awal kepolisian, kecelakaan melibatkan dua kendaraan, yakni sebuah mobil bak terbuka bermuatan tangki bahan bakar minyak jenis solar dan satu unit truk bak. Kedua kendaraan diduga bertabrakan dari arah berlawanan hingga menimbulkan benturan keras pada bagian depan.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil bak terbuka meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengemudi truk sempat dievakuasi dan mendapat penanganan medis di Puskesmas Cempaga.
“Namun setelah dilakukan upaya medis, pengemudi truk dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Selain melakukan penyelidikan, petugas kepolisian juga mengamankan lokasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan susulan. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Camat Cempaga Agus Tiawani, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Ia menyebutkan pengemudi mobil pikap meninggal di tempat akibat kondisi terjepit di dalam kendaraan.
“Betul, sopir pikap meninggal di tempat karena terjepit. Hingga tadi informasinya masih berada di TKP,” ujarnya.
Agus menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan aparat terkait dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, proses evakuasi korban melibatkan tim Basarnas Pos Sampit. Salah satu relawan, Chandra, menyebutkan evakuasi membutuhkan penanganan khusus karena korban terjepit di dalam kendaraan.
“Evakuasi dibantu Basarnas karena korban terjepit dan harus ditangani dengan peralatan khusus,” kata Chandra. ist





