PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, secara resmi menutup gelaran Dekranasda Kalteng Fashion Festival (DKFF) 2025 yang berlangsung megah di Gedung GPU Tambun Bungai, Palangka Raya, Minggu (14/12).
Acara penutupan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Kalteng Berkah, dan Mars Dekranasda, dilanjutkan doa bersama lintas tiga agama sebagai simbol kebersamaan dan keberagaman. Kegiatan ini dihadiri Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalteng, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perempuan Forum Koordinasi Daerah Kalteng, para pengrajin, desainer, serta pelaku UMKM.
DKFF 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di Bumi Tambun Bungai mengusung tema “Benang Bintik” Pakaian Pesta Formal. Festival ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri fashion lokal, sekaligus menghadirkan kesan baru dan tantangan kreatif bagi para desainer, pengrajin, dan generasi muda pecinta seni dan budaya Kalteng.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan busana, tetapi juga berperan strategis dalam mendorong pemberdayaan UMKM, meningkatkan kreativitas pelaku industri fashion lokal, serta mempromosikan wastra khas Kalimantan Tengah agar semakin dikenal luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Melalui lomba fashion show dan bazar UMKM, DKFF 2025 menjadi sarana promosi, pemasaran, dan peningkatan daya saing produk kerajinan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan bahwa rangkaian DKFF 2025 yang berlangsung pada 13–14 Desember 2025 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari workshop, bazar UMKM, hingga lomba fashion show, dengan total sekitar 200 peserta dari berbagai kategori.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah bagi para pengrajin dan generasi muda Kalteng untuk menampilkan bakat dan kreativitasnya, baik melalui fashion show, lomba desain IKM, maupun bazar UMKM yang digelar di halaman GPU Tambun Bungai,” ujarnya.
Aisyah berharap DKFF dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Menurutnya, Dekranasda adalah rumah besar bagi seluruh pengrajin di Kalteng.
“Kami memiliki Galeri Dekranasda dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi UMKM yang ingin menitipkan produknya sebagai sarana promosi. Kami juga ingin melibatkan UMKM kecil yang belum memiliki pasar besar untuk ikut serta dalam pameran tahunan dan Kriyanusa,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan DKFF 2025 terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan penguatan ekosistem industri kreatif di Kalteng.
Pada kesempatan tersebut, Aisyah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus Dekranasda Kalteng, desainer, pengrajin, pelaku UMKM, sponsor, narasumber, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan DKFF 2025.
“Kerja sama dan dedikasi ini merupakan wujud nyata semangat kita bersama dalam membangun kriya dan wastra daerah. Kepada seluruh peserta dan pemenang, teruslah berkarya untuk Kalteng tercinta. Jangan pernah berhenti berinovasi, karena masa depan industri kreatif Kalteng berada di tangan Anda semua,” pesannya.
Dengan penuh khidmat, Ketua Dekranasda Kalteng kemudian menutup secara resmi DKFF 2025 dengan mengetukkan palu sebanyak tiga kali, seraya berharap kegiatan ini terus membawa dampak positif bagi promosi produk lokal, perluasan jejaring pemasaran, serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Kalimantan Tengah.
Penutupan DKFF 2025 semakin semarak dengan peragaan busana dari 10 desainer lokal, yang menampilkan sekitar 70 model di atas panggung catwalk. Para desainer yang turut meramaikan DKFF 2025 antara lain Ayu Dyah Andari, Umiy (Griya Batik Umiy Lasega), M. Rizky Jumbriono (MRJ Fashion), Aan Sawung (Sawung Batarung Collection), Agung Pras, Aboebalbozawy, serta Anto Namiabdi dari Aboza.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalteng, Hj. Adiah Chandrasari, mengatakan bahwa DKFF 2025 bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan Wastra Kalteng, sekaligus menggandeng pelaku IKM dan UMKM agar terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.
“DKFF 2025 menampilkan lebih banyak fashion show yang mengangkat Benang Bintik Kalteng. Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong kreativitas sekaligus mempromosikan produk UMKM dan wastra lokal ke tingkat nasional. Malam ini, kita menyaksikan 10 desainer ternama menampilkan mahakarya terbaik mereka,” ungkapnya.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan DKFF 2025.
“Dengan banyaknya masyarakat yang menyaksikan, promosi wastra dan UMKM Kalteng diharapkan semakin luas. Mudah-mudahan festival ini dapat terus kita laksanakan setiap tahun dengan konsep dan panggung yang semakin meriah,” pungkasnya. mak





