PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan Kartu Huma Betang akan segera diluncurkan pada Februari mendatang. Program ini dirancang sebagai instrumen penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran dengan berbasis pendataan dan seleksi ketat.
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mengatakan bahwa kartu tersebut akan dibagikan langsung kepada masyarakat penerima manfaat dan telah dilengkapi dengan sistem keamanan berupa PIN.
Ia mengungkapkan, Kartu Huma Betang yang baru berbeda dengan kartu sebelumnya yang hanya digunakan sebagai contoh untuk sosialisasi pada saat kampanye Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo.
“Yang dulu itu hanya contoh, tidak dipakai lagi. Yang dipakai nanti adalah kartu yang baru ini, bersamaan dengan launching Februari,” tegasnya.
“Nanti ada kartu yang dibagi, ada PIN-nya semua. Kita sedang mendata masing-masing penerima. Jadi pengambilan datanya itu lengkap, dari wajah sampai identitasnya,” kata Leonard, di Palangka Raya, Rabu (14/1).
Leonard menjelaskan, masyarakat penerima tidak ditentukan secara otomatis, melainkan melalui proses seleksi oleh tim pemerintah yang mengacu pada data kesejahteraan.
“Itu dari seleksi. Ada timnya. Kita menggunakan desil 1 dan desil 2, lalu dikolaborasikan dengan data pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, proses pencocokan data menjadi sangat penting karena ditemukan berbagai kondisi di lapangan, seperti warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili.
“Kadang-kadang datanya tidak sesuai, ada yang sudah meninggal, ada yang sudah pindah. Itu yang kita lakukan pemutakhiran,” jelasnya.
Penilaian penerima bantuan dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari penghasilan hingga kondisi rumah.
“Banyak indikatornya. Dari sisi penghasilan, kita lihat juga dari rumahnya, dan seterusnya,” tambah Leonard.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat yang saat ini memegang kartu lama belum tentu menjadi penerima bantuan.
“Bisa dapat, bisa tidak. Karena yang dulu itu hanya contoh saat sosialisasi kampanye,” katanya.
Untuk penyaluran, Leonard menyebutkan bahwa kartu akan dibagikan oleh tim pemerintah, dengan bentuk bantuan yang bersifat fleksibel.
“Bantuannya macam-macam. Bisa sembako, bisa ditukar, bahkan bisa langsung dalam bentuk uang,” ujarnya.
Melalui sistem kartu tersebut, jenis bantuan yang diterima masyarakat dapat terpantau secara jelas.
“Misalnya dia dapat bantuan pendidikan anak, atau bantuan sembako, itu kelihatan di dalam sistem,” katanya.
Terkait mekanisme pendataan, Leonard menegaskan bahwa pemerintah yang aktif mendata langsung ke lapangan, bukan menunggu pengajuan dari masyarakat.
“Pemerintah yang mendata langsung,” tegasnya.Ldw





