Spirit Kalteng

Shalahuddin-Felix Murka, Jalan Kabupaten Rusak Karena Pembuangan Air dan Limbah PT BDA

247
×

Shalahuddin-Felix Murka, Jalan Kabupaten Rusak Karena Pembuangan Air dan Limbah PT BDA

Sebarkan artikel ini
Shalahuddin-Felix Murka, Jalan Kabupaten Rusak Karena Pembuangan Air dan Limbah PT BDA

JALAN RUSAK-Shalahuddin-Felix Murka, Jalan Kabupaten Rusak Karena Pembuangan Air dan Limbah PT BDA. FOTO ISTIMEEA

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara ke Teweh Timur berubah menjadi amarah. Shalahuddin dan Felix Sonadie Tingan mendapati langsung kerusakan jalan kabupaten arah Benanganin di KM 34 Desa Sikui Kecamatan Teweh Baru, Rabu 14 Januari 2026.

Keduanya dibuat geram oleh temuan bahwa saluran pembuangan air dari jalan hauling perusahaan PT Batubara Duaribu Abadi (BDA) justru mengalirkan air ke badan jalan milik pemerintah daerah.

Genangan air dari aktivitas perusahaan itu merusak struktur jalan di sejumlah titik. Kerusakan kian parah karena jalan tersebut rutin dilintasi kendaraan berat seperti dump truck pengangkut batubara dari PT NIPINDO dan Batara Perkasa.

“Mereka membuang airnya ke jalan kita. Kita besok panggil perusahaannya!” tegas Bupati Shalahuddin dengan nada tinggi, didampingi Wabup Felix Sonadie, di lokasi kejadian.

Bupati secara khusus menyoroti sikap PT. BDA yang dinilai tidak bertanggung jawab. Dia menegaskan, kerusakan infrastruktur publik ini merupakan bentuk pengabaian terhadap fasilitas umum dan keselamatan pengguna jalan.

“PT. BDA harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi,” tegas Shalahuddin.

Sebagai langkah konkret, Bupati telah memerintahkan jajarannya menutup saluran pembuangan air dan sebagian lumpur dari jalan Hauling PT BDA dan sesegara mungkin memanggil manajemen perusahaan guna mengadakan pertemuan dan pembicaraan serius. Tekanan jelas terasa dari pernyataan penutupnya.

“Kita ingin ada pembicaraan. Mereka berinvestasi di tempat kita, tapi justru merusak milik kita,” pungkas Bupati Shalahuddin.

Menanggapi teguran keras Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara terkait kerusakan jalan kabupaten akibat saluran air jalan hauling, PT Batubara Duaribu Abadi (PT BDA) menyatakan telah melakukan sejumlah upaya perawatan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Maintenance PT BDA, Simson, sebagai respons atas tudingan dari pemerintah daerah.

Simson mengakui bahwa masalah di lokasi yang menjadi sorotan Bupati Shalahuddin dan Wabup Felix Sonadie memang telah berlangsung lama. Namun, pihaknya menyebutkan beberapa faktor penyebab dan kendala teknis.

“Kondisi seperti ini sekarang memang sudah lama, Pak. Kami juga punya grup dengan tim dan pihak terkait. Sebenarnya sudah pernah kita lakukan maintenance di area atas dan sini,” ujar Simson saat dimintai tanggapan, Jumat (15/1).

Ia menjelaskan, tingginya curah hujan baru-baru ini turut memperparah kerusakan di jalan hauling perusahaan, yang kemudian berdampak limpasan ke jalan kabupaten. Selain itu, proses sedimentasi menjadi penyumbat utama.

“Ini kan sedimentasi, Pak. Istilahnya ketutup sama material, makanya aliran air jadi terganggu dan meluber ke jalan. Untuk penanganan di titik ini, alat baru bisa masuk ke lokasi,” jelas Simson.

Lebih lanjut, Simson menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan perawatan di area atas dan telah membangun fasilitas pengendalian air.

“Kami sangat sering melakukan maintenance di area atas. Kami juga sudah bikinkan (fasilitas) di atas. Tapi ya, untuk titik yang disorot Bupati, baru bisa ditangani sekarang setelah alat bisa masuk,” paparnya.

Mengenai komunikasi dengan pemerintah daerah, Simson menyebut koordinasi berjalan melalui grup komunikasi yang ada.

“Komunikasi kita lewat grup untuk penggunaan area. Ada komplain atau masalah apa di sini, kita sampaikan lewat situ. Seperti untuk pertemuan besok, kita sudah koordinasi lewat grup juga,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Simson kembali menegaskan komitmen perusahaannya. “Intinya, kami tetap lakukan perbaikan dan perawatan. Untuk yang di lokasi ini, penanganan sedang kami jalankan,” pungkasnya. (Old)