ASPIRASI PRAKTISI

Enrico Hamlizar Tulis SH: Sinergi GDAN dan Polisi Dinilai Efektif Persempit Ruang Gerak Narkoba

298
×

Enrico Hamlizar Tulis SH: Sinergi GDAN dan Polisi Dinilai Efektif Persempit Ruang Gerak Narkoba

Sebarkan artikel ini
Enrico Hamlizar Tulis SH: Sinergi GDAN dan Polisi Dinilai Efektif Persempit Ruang Gerak Narkoba

‎Pemerhati Hukum Muhammad Enrico Hamlizar Tulis

‎PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kemunculan Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) dinilai sebagai langkah strategis dan angin segar dalam upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati hukum Muhammad Enrico Hamlizar Tulis, yang menilai GDAN hadir sebagai benteng moral sekaligus mitra strategis masyarakat Dayak dalam memerangi peredaran narkotika.

‎‎Menurut Enrico, lahirnya GDAN merupakan bukti nyata bahwa masyarakat tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan telah bertransformasi menjadi subjek aktif dalam pembangunan keamanan, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba di Bumi Tambun Bungai.

‎“Ini menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat Dayak yang sangat kuat. Kearifan lokal dan semangat gotong royong menjadi modal utama dalam menjaga marwah serta masa depan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujarnya.

‎‎Enrico menilai keberadaan GDAN memiliki peran penting sebagai langkah preventif atau upaya pencegahan. Secara psikologis, kehadiran organisasi masyarakat ini dinilai mampu memberikan tekanan bagi para pengedar narkoba.

‎“Ruang gerak kriminalitas akan semakin sempit ketika masyarakat di setiap pelosok ikut mengawasi lingkungannya sendiri,” jelasnya.

‎‎Terkait minimnya rilis pengungkapan kasus narkoba dalam beberapa bulan terakhir, Enrico mengingatkan agar hal tersebut tidak serta-merta diartikan sebagai penurunan kinerja aparat penegak hukum. Ia menilai, dalam perspektif positif, kondisi tersebut justru dapat mencerminkan strategi penanganan yang lebih matang.

‎‎“Polisi bisa saja sedang fokus pada kualitas penyelidikan melalui operasi senyap atau *Deep Investigation* untuk membongkar bandar besar maupun jaringan internasional, yang memang membutuhkan waktu panjang dan kerahasiaan tinggi,” katanya.

‎Selain itu, minimnya kasus baru juga dapat menjadi indikator keberhasilan upaya pencegahan bersama, termasuk dampak dari kehadiran GDAN, sehingga peredaran narkoba di lapangan mulai menurun.

‎Enrico melihat fenomena ini sebagai pembagian peran yang ideal antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Menurutnya, GDAN berperan pada aspek pre-emtif dan preventif, seperti sosialisasi, pengawasan sosial, serta penguatan nilai adat. Sementara itu, kepolisian berperan pada aspek represif dan penegakan hukum, yakni penangkapan dan pemutusan jaringan narkoba secara profesional.

‎Ia juga menanggapi kritik sebagian masyarakat yang menilai aparat kepolisian “melempem” dalam penanganan kasus narkoba. Menurut Enrico, kritik tersebut sejatinya merupakan bentuk harapan besar masyarakat terhadap kinerja aparat.

‎“Ini justru menjadi momentum bagi kepolisian untuk merangkul GDAN sebagai informan garis depan yang kredibel, sekaligus membuktikan bahwa di balik minimnya rilis media, ada kerja keras yang sedang disiapkan untuk memberikan kejutan besar dalam pengungkapan jaringan narkoba,” tegasnya.

‎‎Enrico menegaskan, kemunculan GDAN harus dilihat sebagai kekuatan tambahan yang memperkuat barisan penegak hukum. Kolaborasi antara energi positif organisasi masyarakat dengan profesionalisme kepolisian diyakini mampu menembus tantangan besar dalam pemberantasan narkoba.

‎‎“Ini bukan soal siapa yang paling hebat, tetapi tentang kerja bersama demi masa depan daerah. Ketika rakyat bergerak dan aparat bertindak dalam harmoni, tidak ada ruang bagi narkoba untuk bersembunyi,” pungkasnya. mak