Ekobis

Garis Kemiskinan Rumah Tangga Kalteng Rata-rata Rp3.158.528

272
×

Garis Kemiskinan Rumah Tangga Kalteng Rata-rata Rp3.158.528

Sebarkan artikel ini
Garis Kemiskinan Rumah Tangga Kalteng Rata-rata Rp3.158.528
RILIS-Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis kepada insan pers di ruang Vicon BPS Kalteng, Kamis (5/2). TABENGAN/HUMAS BPS KALTENG
Garis Kemiskinan Rumah Tangga Kalteng Rata-rata Rp3.158.528
RILIS-Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis kepada insan pers di ruang Vicon BPS Kalteng, Kamis (5/2). TABENGAN/HUMAS BPS KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada September 2025 tercatat sebesar Rp683.664,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp526.003,00/kapita/bulan (76,94 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp157.661,00 /kapita/bulan (23,06 persen). Sedangkan  rata-rata rumah tangga miskin di Kalteng memiliki 4,62 orang anggota rumah tangga.

“Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.158.528,00/rumah tangga miskin/bulan,” ungkap Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis kepada insan pers di ruang Vicon BPS Kalteng, Kamis (5/2).

Dijelaskannya, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).

“Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan),” jelasnya.

Secara persentase, lanjut Agnes, penduduk miskin pada September 2025 adalah sebesar 4,94 persen, atau menurun 0,25 persen poin terhadap Maret 2025.

Sedangkan jumlah penduduk miskin pada September 2025 adalah sebesar 141,75 ribu orang, atau mengalami penurunan sebesar 6,05 ribu orang dibanding Maret 2025.

“Persentase penduduk miskin perkotaan turut alami penurunan sebesar 4,84 persen, dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 5,46 persen,” katanya.

Berbanding terbalik, untuk persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2025 justru meningkat sebesar 5,02 persen, dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 4,97 persen.

Pada kesempatan tersebut, Agnes juga menyampaikan bahwa ekonomi Kalteng tahun 2025 tumbuh 4,80 persen.

Perekonomian Kalteng berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp241,1 triliun, atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp124,4 triliun.

“Dari sisi produksi, komponen Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,91 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,67 persen,” katanya.

Dalam hal ini, ekonomi Kalteng triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) turut mengalami pertumbuhan sebesar 4,79 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Keuangan sebesar 12,19 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,18 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 36,42 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,10 persen,” pungkasnya.rca