Ekobis

Pengusaha Pernak-pernik Imlek Alami Penurunan Omzet 

71
×

Pengusaha Pernak-pernik Imlek Alami Penurunan Omzet 

Sebarkan artikel ini
Pengusaha Pernak-pernik Imlek Alami Penurunan Omzet 
Salah satu penjual pernik Imlek di Toko Maju Jaya Dupa Jalan DI Panjaitan Sampit Gustiana. FOTO TABENGAN/MAYA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Pengusaha pernak-pernik Imlek di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku mengalami penurunan omzet penjualan pada masa Imlek tahun ini.

Salah satu penjual pernik Imlek di Toko Maju Jaya Dupa Jalan DI Panjaitan Sampit Gustiana mengatakan, penjualan pernak-pernik Imlek biasanya mulai ramai pada 15 hari sebelum Imlek hingga menjelang Imlek.

“Namun tahun ini agak berkurang (sepi), jadi saya pun menyetok barang jualan juga tidak banyak karena melihat kondisi seperti ini,” ujarnya, Selasa (10/2).

Dikatakan Gustiana, omzet penjualan pernak-pernak Imlek miliknya bahkan turun hingga 30 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Faktor lesunya ekonomi, serta terjadinya bencana di Sumatra membuat perayaan Imlek termasuk di Kota Sampit menurutnya tidak dirayakan dengan meriah seperti biasanya.

“Karena kita kan ikut berduka juga ya dengan bencana yang terjadi jadi kita merayakannya juga tidak terlalu meriah, ” tuturnya.

Meski demikian, menurutnya, pernak-pernik Imlek bertema kuda api yang merupakan simbol di tahun ini menjadi primadona. Meski tidak terlalu ramai namun sejumlah pembeli tetap membeli sejumlah pernak-pernik bertema kuda api untuk mengganti pernak pernik di tahun lalu.

Untuk pernak pernik yang dijual oleh Gustiana bervariasi mulai dari Rp5 ribu hingga paling mahal Rp300 ribu. Pernak-pernik yang dijual tidak seluruhnya merupakan barang baru, sebagian merupakan stok lama. Untuk pernak pernik baru, umumnya bergambar atau berbentuk kuda, yang melambangkan Tahun Kuda Api

“Yang paling mahal itu lampion , ada juga hiasan tempelan yang bertema kuda api, kemudian yang alku juga angpao bertema serupa,” terangnya. maya/redjaya