-
Ekobis

KABUT ASAP 5 PENERBANGAN DIBATALKAN-Bandara Tjilik Riwut Lumpuh Total

675
×

KABUT ASAP 5 PENERBANGAN DIBATALKAN-Bandara Tjilik Riwut Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
LUMPUH – Sejumlah penerbangan dibatalkan akibat dari asap karhutla yang mengganggu jarak pandang dan kondisi calon penumpang yang menunggu tanpa ada kepastian di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. FOTO TABENGAN/YULIANUS 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut. Jarak pandang (visibility) yang turun hingga hanya 200 meter membuat sejumlah penerbangan pada Selasa (29/9/2026), dibatalkan demi menjaga keselamatan penerbangan.

General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan kondisi kabut asap atau smoke (FU) berdampak langsung terhadap jarak pandang di kawasan bandara.

Berdasarkan hasil pemantauan, kata dia, jarak pandang mengalami penurunan secara bertahap sejak pagi hari. Kondisi terburuk terjadi beberapa kali mulai pukul 12.30 hingga 16.30 waktu setempat, dengan visibility terendah mencapai 200 meter.

“Visibility berada di bawah batas minimum operasional penerbangan (visibility below minima), sehingga berdampak terhadap keselamatan dan operasional penerbangan,” ujar I Made Darmawan dalam standby statement, Selasa (29/9/2026).

Akibat kondisi tersebut, sebanyak lima penerbangan terdampak pembatalan. Dua penerbangan merupakan keberangkatan dari Palangka Raya, sedangkan tiga lainnya merupakan penerbangan kedatangan.

Untuk penerbangan keberangkatan, yakni Lion Air JT 681 rute Palangka Raya-Surabaya dengan 86 penumpang dan Batik Air ID 6201 rute Palangka Raya-Jakarta dengan 106 penumpang.

Sementara penerbangan kedatangan yang dibatalkan masing-masing Lion Air JT 680 rute Surabaya-Palangka Raya dengan 178 penumpang, Garuda Indonesia GA 550 rute Jakarta-Palangka Raya dengan 90 penumpang, serta Batik Air ID 6200 rute Jakarta-Palangka Raya dengan 151 penumpang.

I Made menjelaskan, pembatalan dilakukan oleh maskapai karena kondisi visibility di Bandara Tjilik Riwut berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan.

Meski demikian, kondisi jarak pandang mulai membaik pada sore hari. Berdasarkan pemantauan, visibility meningkat menjadi sekitar 600 meter pada pukul 17.00 hingga 18.00 waktu setempat.

“Keputusan operasional penerbangan tetap menjadi kewenangan masing-masing maskapai dan pilot dengan mempertimbangkan kondisi aktual serta aspek keselamatan penerbangan,” jelasnya.

Pihak Bandara Tjilik Riwut juga terus memantau perkembangan kabut asap dan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Sementara itu, terhadap penumpang yang terdampak pembatalan, pihak bandara bersama maskapai terus memberikan informasi dan pelayanan. Proses refund masih berlangsung, sedangkan situasi di area bandara tetap kondusif.
Pengembalian bagasi kepada penumpang yang terdampak pembatalan juga telah selesai dilakukan. Penumpang selanjutnya diimbau terus berkoordinasi dengan maskapai masing-masing terkait proses refund, reschedule, maupun informasi penerbangan berikutnya.

I Made menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional di Bandara Tjilik Riwut.

“Setiap keputusan operasional penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan visibility aktual serta ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” tegasnya.

Pihak bandara akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan jarak pandang serta menyampaikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan signifikan yang memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. rmp/rca-red

 

-
-
-